#EngClass: subordinating conjunctions

Subordinating conjunctions digunakan untuk menggabungkan anak kalimat dengan kalimat utama. Conjunction tipe ini dapat dikelompokkan menjadi 5.

1. Untuk menyatakan waktu: after, before, when, while, as, since, until, till, as soon as, once, as long as, so long as, whenever, every time, the first time, the second time, the last time, the next time, by the time.

  • We will play football after we finish doing the homework.
  • We will leave as soon as the rain stops.

2. Untuk menyatakan sebab akibat: because, since, as, inasmuch as, now that, so… that, such… that.

  • He got an accident because he drove while he was drunk.
  • The soup is so hot that I can’t eat it.

3. Untuk menyatakan makna yang berlawanan: although, though, even though, whereas, while, no matter.

  • She’s is so rich, whereas his sister is poor.
  • No matter how hard I tried, I couldn’t solve my family problem.

4. Untuk menyatakan tujuan: in order to, in order (that), so that.

  • I turned off the TV so that I could sleep well.
  • I turned off the TV in order (that) my sister could study well.

5.  Untuk menyatakan pengandaian: if, unless, only if, whether or not, even if, in the event, in case (that), providing (that), provided (that).

  • I will go to your house unless it rains.
  • I don’t care whether or not you want to go with me.
  • Even if my parents disagree, I’m going to marry you

Compiled by @Patipatigulipat at @EnglishTips4U on September 23, 2011

#EngClass: “it’s” vs “its”

Pernah mengalami bingung mau menggunakan “it’s” atau “its”? Apa sih bedanya? Gimana cara pakainya? Yuk kita bahas.

  1. Kalau bisa diganti dengan “it is” atau “it has”, berarti penulisan yang benar adalah “it’s”. Lain dari itu penulisannya “its”.
  2. Kalau menunjukkan milik, berarti penulisan yang benar adalah “its”. Otherwise it’s spelled “it’s”, dengan tanda kutip sebelum “s”.

Lah trus gimana membedakan “is” and “has” di “it’s”?

“is” is a verb be, dan berarti “adalah”. Ada 5 cara penggunaan “is” (to be):

  1. Sebelum adjective(kata sifat). Contoh:
    • He is very generous.
    • The book is interesting.
  2. Sebelum adverb of time/place (kata keterangan waktu/tempat) or preposition.Contoh:
    • She is in the office.
    • The show is after the news.
  3. Sebelum noun(kata benda). Contoh:
    • A banana is a fruit.
    • She is an artist.
  4. Sebelum V -ingdlm kalimat present continuous tense. Contoh:
    • He is watching his favourite TV program.
    • She is visiting her friend.
  5. Sebelum V3dalam kalimat pasif. Contoh:
    • The letter is witten by her.
    • The mail is delivered by the postman.

“it’s” juga bisa berarti “it has” dalam kalimat present perfect tense (S + has/have + V3). Contoh:

  • It’s (it has) been raining since this morning.
  • It’s (it has) never affected anyone else.

“its” adalah bentuk Possessive Pronoun dan Possessive Adjective dari Pronoun “it”, fungsinya sebagai kata ganti empunya (milik).
“its” = belonging to “it”. Contoh:

  • The cat licks its wound (lukanya).
  • I don’t recall its size (ukurannya).

PRACTICE:

Yuk kita coba jurus-jurus barusan. Fill in the gap with “it’s” or “its”

  1. ………. been a while since I last saw you.
  2. ………. a great place to exercise.
  3. ………. surface had been disfigured for a long time. It was a great furniture.
  4. I’ve never known that ………. going to be this huge.
  5. ………. slowly drifting away.
  6. My rabbit always stays in ………. cage.

——————–
ANSWER KEY:

  1. It’s.
  2. It’s.
  3. Its.
  4. It’s.
  5. It’s.
  6. Its.

Compiled and written by @Miss_Qiak at @EnglishTips4U on September 28, 2011

#EngClass: imperative sentences

“imperative sentence” (kalimat imperatif) digunakan untuk memberi perintah, permintaan (yang sopan), dan arahan. e.g. “Be quiet!”

Perbedaan antara perintah (command) dan permintaan (request) terdapat pada nada bicara dan penggunaan kata “please” pada request. Kata “please” bisa diletakkan di awal atau akhir kalimat. e.g. “Sit down, please.” atau “Please sit down.”

  1. Contoh perintah (command): “Open the window!”; “Be quiet!”; “Don’t write!”. Dalam bentuk tulisan, command diindikasikan dengan tanda seru.
  2. Contoh permintaan (request): “Open the window, please.”; “Please be quiet.”; “Please don’t write.”. Pada tulisan, gunakanlah tanda titik.
  3. Contoh arahan/ petunjuk (direction): “Go straight.”; “Turn left.”; “Stir the tofu lightly.”; “Don’t overcook the meat.”

Aturan membuat “imperative sentence” sangatlah sederhana. Untuk kalimat positif, kamu tinggal menggunakan:

“simple form of a verb/ V1.”

Untuk kalimat negatif, kita tinggal menambahkan kata “Don’t” di awal kalimat. Jadi,

“Don’t + simple form of verb/ V1.”

Easy, right?

Kesimpulan, “imperative sentence” digunakan ketika kita memberikan instruksi (giving instruction) pada orang lain.

“imperative sentence” banyak kita temui di tempat umum yang mengharuskan adanya aturan bagi pengunjungnya. e.g. “Don’t walk on the grass.”

Compiled and written by @NenoNeno at @EnglishTips4U on September 26, 2011

#EngClass: principal parts of a verb

Ada 4 “principal parts of a verb”: 1) the simple form, 2) the simple past, 3) the past participle, 4) the present participle.

  1. the simple form: bentuk yang kita temukan di kamus. Bentuk ini adalah bentuk dasar verb tanpa akhiran seperti -s, -ed, atau -ing. Contoh: finish, stop, hope, wait, play, try, see, make, sing, eat, put, go, etc.
  2. the simple past: bentuk verb yang diakhiri dengan -ed (berlaku untuk “regular verb”). Untuk akhiran pada “irregular verb” berbeda tiap katanya dan harus diingat/ dihapalkan. Contoh: finished, stopped, hoped, waited, played, tried, saw, made, sang, ate, put, went, etc.
  3. the past participle: juga berakhiran dengan -ed pada “regular verb”. Sementara akhiran pada “irregular verb” juga berbeda tiap katanya. Bentuk verb ini digunakan pada perfect tenses dan the passive. Contoh: finished, stopped, hoped, waited, played, tried, seen, made, sung, eaten, put, gone, etc.
  4. the present participle: berakhiran dengan -ing (pada “regular and irregular verb”). Bentuk verb ini digunakan pada progressive/ continuous tenses. Contoh: finishing, stopping, hoping, waiting, playing, seeing, making, singing, eating, putting, going.

Note: sebutan lain untuk masing-masing “principal parts of a verb” tadi adalah sebagai berikut:

  1. the simple form = Verb 1 (disingkat V1).
  2. the simple past = Verb 2 (disingkat V2).
  3. the past participle = Verb 3 (disingkat V3).
  4. the present participle = Verb -ing (atau V -ing).

Compiled and written by @NenoNeno at @EnglishTips4U on September 25, 2011

#EngClass: echo questions

Do you know what “echo question” is?

Let’s have a look at the example:

  • “A: I work in a multinational company. B: Do you?”

Nah, yang dikatakan B katakan adalah “echo question”.

Istilah “echo question” mungkin diambil dari sifatnya yang seolah-olah mirip dengan “gema”. echo = gema.

“echo question” kita gunakan ketika kita tertarik atau terkejut akan pernyataan lawan bicara. Contoh “Do you?” menyatakan hal ini.

Kita biasanya menggunakan auxiliary dalam “echo question”. Dalam kalimat contoh “I work in..”, auxiliary = “do”, maka menjadi: “Do you?”

Kita hanya menggunakan “subject pronoun” dalam “echo question”. Contoh: “A: Joe works in a multinational company. B: Does he?” BUKAN “Does Joe?”

Jika kalimat yang ditanggapi positif, maka “echo question” yang digunakan juga positif. “A: I work in a multinational company. B: Do you?”

Jika kalimat yang ditanggapi negatif, maka “echo question” yang digunakan juga negatif. “A: I don’t have a job. B: Don’t you?”

NOTE:

1) Untuk menanggapi kalimat dalam Present Simple atau Past Simple, kita menggunakan “do”, “does”, atau “did” pada “echo question”. e.g.

  1. A: I work for a radio. B: Do you?
  2. A: His brother likes insects. B: Does he?
  3. A: I went to Paris last month. B: Did you?

2) Untuk menanggapi kalimat yang menggunakan “have got”, kita menggunakan “have/ haven’t” atau “has/ hasn’t” pada “echo question”. e.g.

  1. A: They’ve got a really big house. B: Have they?
  2. A: She’s got a serious trauma from an accident. B: Has she?

3) Untuk menanggapi kalimat yang menggunakan verb “be”, kita menggunakan “am”, “is/ isn’t”, “are/ aren’t” pada “echo question. e.g.

  1. A: My house is over 100 years old. B: Is it?
  2. A: I’m so exhausted. B: Are you?
  3. A: They’re never late. B: Are they?

Kita tidak bisa mengatakan “Amn’t I?”, melainkan “Aren’t I?”. Contoh: “A: You aren’t supposed to be here. B: Aren’t I?”

PRACTICE:

  1. A: My grandmother is 95 years old. B: ……….
  2. A: Have you heard? You’re the first winner of last month’s writing competition! B: ……….
  3. A: Andrew and Anne aren’t in a relationship. B: ……….
  4. A: I don’t understand a word the lecturer said. B: ……….
  5. A: My sister never eats meat. B: ……….
  6. A: I ate raw octopus when I was in South Korea. B: ……….
  7. A: My aunt’s got 10 cats living in her house. B: ……….
  8. A: The poor people living in the refugee camp haven’t got anything to wear. B: ……….
  9. A: You know what? I wasn’t prepared for the test at all! B: ……….
  10. A: The new vice-president of the company I work for isn’t a university graduate. B: ……….

——————-

ANSWER KEY:

  1. Is she?
  2. Am I?
  3. Aren’t they?
  4. Don’t you?
  5. Does she?
  6. Did you?
  7. Has she?
  8. Haven’t they?
  9. Weren’t you?
  10. Isn’t he? OR Isn’t she?

Compiled and written by @NenoNeno at @EnglishTips4U on September 21, 2011

#EngClass: coordinating conjunctions

Coordinating conjunctions sangat simple. Ada 7 kata yang biasa digunakan: for, and, nor, but, or, yet, so.

Orang banyak menyingkatnya menjadi: FANBOYS.

  1. For, berarti ‘karena’, banyak digunakan di karya sastra dan jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari karena mempunyai kesan sangat formal. Contoh: She always sleeps with the lights on, for she’s afraid of dark.
  2. And, berarti ‘dan’. Contoh: I like coffee, tea, and milk.
  3. Nor, berarti ‘maupun’, digunakan dalam kalimat negatif. Contoh: (1) He doesn’t drink nor smoke. (2) I don’t usually wake up at 5 am, nor do I like to wake up at 6 am.
  4. But, berarti ‘tetapi’. Contoh: I really like coffee but it makes me stay awake all night.
  5. Or, berarti ‘atau’. Contoh: Would you like a cup of coffee or tea?
  6. Yet, berarti ‘namun’. Sebenarnya ‘but’ dan ‘yet’ memiliki makna yang mirip, hanya saja ‘yet’ banyak digunakan di kalimat yang menonjolkan perbedaan. Contoh: (1) Shinta still wanted to dance with Tommy, yet she couldn’t have the courage to ask him. (2) He said he’s a social worker, yet he abused his wife.
  7. So, berarti ‘maka’. Contoh: I want to work as an Interpreter in the future, so I’m studying linguistics.

Compiled by @Patipatigulipat at @EnglishTips4U on September 17, 2011

#EngClass: paired conjunctions

Conjunction berfungsi untuk menghubungkan kata dengan kata, frase dengan frase atau klausa dengan klausa yang lain.

Ada 3 tipe conjunction:

  1. paired/correlative conjunctions
  2. coordinating conjunctions
  3. subordinating conjunctions

Paired conjunctions selalu menghubungkan elemen yang setara (kata benda dan kata benda, kata sifat dan kata sifat, frasa dan frasa, dll.)

Berikut 5 pasang paired conjunctions yang banyak digunakan dalam Bahasa Inggris:

  1. Eitheror. Contoh: You could try either swimming or bicycle riding. Arti: Kamu dapat mencoba kedua olahraga ini.
  2. Neithernor. Contoh: Neither Shinta nor Alex has a good studying habit. Arti: Baik Shinta maupun Alex tidak mempunyai kebiasaan belajar yang baik.
  3. Not onlybut also. Contoh: He is not only handsome but also smart. Arti: Dia bukan saja tampan tapi juga pintar.
  4. Whetheror. Contoh: Whether or not it rains, we are going to walk to the theater. Arti: Hujan maupun tidak, kita akan berjalan kaki ke bioskop.
  5. Bothand. Contoh: Both my mom and my sister love japanese food. Arti: Baik ibuku dan kakakku menyukai makanan Jepang.

Compiled by @Patipatigulipat at @EnglishTips4U on September 16, 2011

#EngClass: to agree/disagree with positive/negative sentences

Pernah mendengar atau menggunakan “So do I.” atau “Neither do I.”? Kita sering menggunakannya untuk menyetujui atau tidak menyetujui ucapan lawan bicara. Kita bisa memilih untuk setuju atau tidak tidak setuju terhadap ucapan (kalimat) lawan bicara. Dan keduanya mempunyai cara yg berbeda.

Kita mulai dengan bagaimana menanggapi kalimat positif. Kata “setuju” kita ganti dengan “agree” dan “tidak setuju” dengan “disagree” ya.

MENANGGAPI KALIMAT POSITIF

1) To agree with positive sentence we use:

“So + auxiliary + I.”

  • e.g. A: I love reading. B: So do I. (A: Saya suka membaca. B: Saya juga.)

Auxiliary yang digunakan to agree or disagree harus sesuai dengan tense kalimat yang direspon. Contoh tadi: simple present dengan auxiliary “do”. Contoh lain “So + auxiliary + I.”:

  1. A: I’m tired. B: So am I.
  2. A: I went there. B: So did I.
  3. A: I’ve had my lunch. B: So have I.

2) To disagree with positive sentence we use:

“Oh, I + auxiliary + not.”

  • e.g. A: I like reading. B: Oh, I don’t. (A: Saya suka membaca. B: Oh, saya tidak.)

Contoh lain “Oh, I + auxiliary + not.”:

  1. A: I’m tired. B: Oh, I’m not.
  2. A: I went there. B: Oh, I didn’t.
  3. A: I’ve had my lunch. B: Oh, I haven’t.

Note: we can also use “Me too.” to agree with positive sentence (but informal) with all tenses. e.g. A: I like reading. B: Me too.

Itu tadi bagaimana menyetujui atau tidak menyetujui kalimat positif. Sekarang kita lanjutkan dengan bagaimana menanggapi kalimat negatif.

MENANGGAPI KALIMAT NEGATIF

3) To agree with negative sentence we use:

“Neither +auxiliary + I.”

  • e.g. A: I don’t like reading. B: Neither do I. (A: Saya tidak suka membaca. B: Saya juga.)

Contoh lain “Neither +auxiliary + I.”:

  1. A: I’m not tired. B: Neither am I.
  2. A: I didn’t go there. B: Neither did I.
  3. A: I haven’t had my lunch. B: Neither have I.

4) To disagree with negative sentence we use:

“Oh, I + auxiliary.”

  • e.g. A: I don’t like reading. B: Oh, I do. (A: Saya tidak suka membaca. B: Oh, saya suka.)

Contoh lain “Oh, I + auxiliary.”:

  1. A: I’m not tired. B: Oh, I am.
  2. A: I didn’t go there. B: Oh, I did.
  3. A: I haven’t had my lunch. B: Oh, I have.

Note: we can also use “Me neither.” to agree with negative sentence (but informal) with all tenses. e.g. A: I don’t like reading. B: Me neither.

PRACTICE

Now let’s practice our today’s topic. Caranya mudah: isi titik-titik dengan respon yang sesuai dengan instruksi. Jangan lupa aturan tadi ya.

  1. A: I’m a bit confused about this. B: (AGREE) ……….
  2. A: I’ve got a dog at home. B: (DISAGREE) ……….
  3. A: I was doing my homework when the show started. B: (AGREE) ……….
  4. A: I don’t always eat breakfast. B: (AGREE) ……….
  5. A: I haven’t got the time to finish this work. B: (DISAGREE) ……….
  6. A: I can’t speak Spanish. B: (AGREE) ……….
  7. A: I didn’t understand what they were talking about. B: (AGREE) ……….
  8. A: She’s not married. B: (DISAGREE) ……….
  9. A: I come from Jakarta. B: (AGREE) ……….
  10. A: I got a text from him again last night. B: (AGREE) ……….

——————–

ANSWER KEY:

  1. So am I. OR Me too.
  2. Oh, I haven’t.
  3. So was I. OR Me too.
  4. Neither do I. OR Me neither.
  5. Oh, I have.
  6. Neither can I. OR Me neither.
  7. Neither did I. OR Me neither.
  8. Oh, I am.
  9. So do I. OR  Me too.
  10. So did I. OR Me too.

Compiled and written by at on September 18, 2011

#EngClass: Prepositions

Preposition salah satu jenis kata (parts of speech) dalam Bahasa Inggris yang berfungsi untuk menghubungkan noun (kata benda), pronoun (kata ganti) dan phrase (frase = gabungan 2 kata atau lebih) dalam suatu kalimat. Dalam Bahasa Indonesia preposition sama dengan kata depan.

Sebuah preposition biasanya menjelaskan hubungan waktu, lokasi, arah, posisi, atau logis dari suatu objek terhadap seluruh komponen lain dalam kalimat. Yang dimaksud dengan objek adalah kata yang mengikuti preposition.

Kata ‘preposition’ sendiri adalah countable noun (kata benda yang dapat dihitung). Maka jika jumlahnya 1 (tunggal) akan ditulis ‘preposition’; sementara jika jumlahnya 2 atau lebih (jamak) akan ditulis ‘prepositions’ (+s).

Contoh preposition dalam phrase:

  • On the table (di atas meja).

‘The table’ merupakan objek dari preposition ‘on’.

Preposition selalu sebelum objek. Di dalam contoh di atas, kata ‘On’ ditulis sebelum ‘the table.

Secara umum, ada 3 jenis preposition, yaitu prepositions of time (waktu), preposition of place (tempat), dan preposition of direction (arah).

1. Preposition of time digunakan untuk menjelaskan hubungan waktu dan diikuti oleh objek berupa keterangan waktu, seperti 2 o’clock, 22nd January, noon, Sunday, yesterday, etc.

  • Contoh:
    • at, before, after.
  • Contoh kalimat:
    • My English class begins at 10 o’clock.” (Kelas Bahasa Inggris saya dimulai pada pukul 10.)

‘at’ = preposition; ’10 o’clock’ = objek.

Perpaduan antara preposition dan objek juga disebut sebagai prepositional phrase (frase yang terdiri dari preposition + objeknya). Jadi, ‘at 10 o’clock’ adalah prepositional phrase.

2. Preposition of place digunakan menjelaskan hubungan tempat atau posisi, dan diikuti oleh objek yang dapat menjelaskan posisi sesuatu atau seseorang; seperti the table, the bag, etc.

  • Contoh:
    • on, behind, in front of.
  • Contoh kalimat:
    • The book is in the bag.” (Buku itu ada di dalam tas.)

3. Prepostion of direction digunakan untuk menjelaskan hubungan arah dan diikuti oleh objek yang menerangkan arah; seperti the street, the hill, first floor, etc.

  • Contoh:
    • down, up, into.
  • Contoh kalimat:
    • The cat fell into the box.” (Kucing itu terjatuh ke dalam kotak.)

Mengapa belajar preposition itu penting?

Karena kesalahan yang disebabkan oleh perbedaan bahasa sering ditemui dalam penggunaan preposition yang benar. Misalnya, preposition ‘at’, ‘on’, ‘in’ jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia semua memiliki 1 arti, yaitu ‘di’, sedangkan dalam Bahasa Inggris penggunaannya sangatlah berbeda dan bersifat khusus.

Perhatikan perbedaan preposition dalam contoh.

  1. “I will meet you at 2 o’clock.”
    • Kalimat salah: “I will meet you in 2 o’clock.”
  2. “I was born on 1st January 1990.”
    • Kalimat salah: “I was born in 1st January 1990.”
  3. “It usually rains in December.”
    • Kalimat salah: “It usually rains on December.”

Contoh-contoh di atas adalah kesalahan yang sering terjadi karena pengaruh bahasa ibu (Indonesia). Bagaimana untuk menghindarinya?

Rajin membaca, membuat catatan, berlatih dan mengingat (kalau tidak, ‘menghapal’). Pelajarilah prepositional phrase, dengan begitu kita akan lebih terbiasa dengan penggunaan preposition dan objeknya. Misalnya, jika dalam benak kita, kita tahu prepositional phrase yang benar adalah ‘on 1st January 1990,‘ maka kita akan otomatis berpikir bahwa prepositional phrase seperti ‘in 1st January 1990‘ adalah salah.

 

Compiled and written by at on Sunday, January 23, 2011 (originally posted on http://rumahbelajarbali.wordpress.com/).

Related post(s):

^MD

#GrammarTrivia: phrasal verb

‘Phrasal verb’ merupakan gabungan dari verb dan preposition atau adverb yang bila digabungkan memiliki arti baru. Contoh:

  1. put off = menunda
  2. run into = bertemu
  3. give up = menyerah

Beberapa ‘phrasal verb’ bersifat intransitive (tidak dapat diikuti objek) dan lainnya bersifat transitive (dapat diikuti objek).

Contoh ‘phrasal verb’ intransitive: show up, watch out, work out, wake up, stand up.

  • “He suddenly showed up.”

Contoh ‘phrasal verb’ transitive: run into, look up, clean up, cut off, fill in.

  • “I ran into an old friend yesterday.”

‘Phrasal verb’ transitive dibedakan lagi menjadi 2, yaitu bersifat separable dan nonseparable pada penggunaannya.

Contoh ‘phrasal verb’ transitive bersifat nonseparable: run into.

  • “I ran into an old friend yesterday.”

Contoh ‘phrasal verb’ transitive bersifat separable: hand in.

  • “I handed my paper in yesterday.”

Compiled by @ChatrineYK at @EnglishTips4U on September 15, 2011

#EngClass: “simple” vs “simply”

Banyak orang sepertinya mencampuradukkan kedua kata ini dan menganggapnya sama, padahal tidak.

Simple dan simply adalah dua kata yang berbeda; perbedaannya ada di jenis kata (parts of speech) dan tentu arti; walaupun asal kata mereka sama.

Simple: adjective (kata sifat). Arti: sederhana. Fungsi adjective: menjelaskan noun (kata benda). Contoh dalam kalimat:

  • I’m just a simple guy. (Aku hanya seorang lelaki sederhana.)

Dalam frase (kumpulan kata) ‘simple guy’, simple = adjective; guy = noun. Perhatikan posisi adjective selalu berada sebelum noun. Adjective ‘simple’ menjelaskan noun ‘guy’. Jadi: adjective + noun.

Sementara, simply: adverb (kata keterangan cara melakukan sesuatu). Arti: dengan sederhana. Fungsi: menjelaskan verb (kata kerja). Contoh dalam kalimat:

  • He lives simply. (Ia hidup dengan sederhana.)

Dalam frase ‘lives simply’, lives = verb; simply = adverb. Perhatikan posisi adverb selalu berada setelah verb. Adverb ‘simply’ menjelaskan bagaimana verb ‘lives’ dilakukan. Jadi: verb + adverb.

Jadi, simple: ‘berteman’ dengan noun (kata benda). Simply: ‘berteman’ dengan verb (kata kerja).

Mari kita lihat contoh yang tidak sesuai dengan aturan gramatikal dan sering dijumpai:

  1. I’m a simply girl. Seharusnya: I’m a simple girl.
  2. Let’s live simple. Seharusnya: Let’s live simply.

Frase ‘live simple’ sering digunakan dalam percakapan sehari-hari namun tidak benar secara gramatikal. Paduan verb + adjective sering digunakan karena dianggap mempermudah pengucapan. Seperti halnya kalimat: I drive good. Drive = verb; good = adjective. Kalimat ini tidak benar karena verb seharusnya diikuti oleh adverb. Kalimat seharusnya: I drive well. (Saya menyetir dengan baik.)

Sekali lagi, kata ‘simple’ + noun; verb + kata ‘simply’.

Jadi mulai sekarang hindari menulis ‘I’m a simply girl/ guy.’ di bio twitter kamu atau di mana saja ya.

Compiled and written by at on January 16, 2011 (originally posted on http://rumahbelajarbali.wordpress.com/)

#EngClass: “One of the (plural noun)”

“One of the (plural noun)”

Kalian pasti sering membaca atau mendengar kalimat seperti ini,

He’s one of the funniest people alive.

Jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia kalimat di atas berarti “Dia adalah salah satu orang yang paling lucu yang pernah hidup.”

Logika dari kalimat ini adalah ada satu orang lucu di antara banyak orang lucu lainnya. Sesuatu yang ‘menggiring’ kita pada struktur “One of the (plural noun)” (baca: satu di antara banyak).

Maka dari itu, “one of thetidak tepat jika diikuti oleh singular noun . Singular noun adalah kata benda tunggal, misalnya person, sedangkan plural noun adalah kata benda jamak, contohnya adalah people.

Ada contoh kalimat yang salah, tapi sering kita temui

  • He’s one of the funniest person alive.

Kata ‘person‘ seharusnya ditulis dalam bentuk jamak (people).

“One of the (plural noun) which”

Hal ini sejalan dengan logika kalimat yang dijelaskan sebelumnya. Bagaimana kita mengatakan “Dia salah satu orang paling lucu yang berasal dari Bandung.” dengan grammar yang benar dalam Bahasa Inggris?

Pertama, perhatikan ada 2 hal yang dijelaskan, yaitu  ‘one‘ (seseorang) dan ‘people‘ (banyak orang). Apakah yang berasal dari Bandung hanya seseorang? Atau semua orang yang disebut?

Setelah memutuskan apa yang ingin kamu sampaikan (tentang siapa yang berasal dari Bandung),  patuhi aturan ‘Subject + Verb agreement. Dalam simple present tense aturan ini mencakup ‘I/ you/ we/ they + Verb 1‘ dan ‘he/she/it + Verb 1 + ‘s‘.

Contoh:

  • I come from Denpasar.
  • She comes from Bandung.

Perhatikan perbedaan penulisan verb (kata kerja) ‘come‘.

Maka dari permasalahan sebelumnya, jika hanya ‘one‘ (seseorang) saja yang berasal dari Bandung, kalimat yang benar adalah:

  • He’s one of the funniest people who comes from Bandung.

Tapi, jika yang berasal dari Bandung adalah semua orang lucu dalam kalimat itu, maka penulisan kalimat yang benar adalah:

  • He’s one of the funniest people who come from Bandung.

Terdapat beberapa contoh kalimat lain, seperti:

  • Yesterday I went to the mall. I bought a t-shirt, one of my favorite clothing items that usually comes with cool prints.

Pada contoh di atas one = t-shirt = verbcomes menjelaskan yang dimaksud adalah ‘t-shirt’; bukan clothing items (jenis pakaian yang lain).

  • One of the reasons I like hiking is that I can get to be outside the house and enjoy nature.

Pada contoh 2: one = a reason (salah 1 alasan) = verb ‘is’ menjelaskan yang dimaksud adalah hanya salah 1 alasan kenapa menyukai hiking.

(originally posted on http://rumahbelajarbali.wordpress.com/)

Compiled and written by at on Friday, January 7, 2011.


RELATED POST(S):

^MD

#EngClass: “suck”

Suka mengumpat dengan Bahasa Inggris? Iya dong, biar kelihatan keren gitu. Tapi kalau sudah salah eja kira-kira kerennya masih terlihat tidak?

Kata “suck” = verb (kata kerja).

  1. Arti 1: menghisap. Contoh: “Dementors suck out people’s happiness.” (Para Dementor menghisap kebahagiaan orang-orang.).
  2. Arti 2: buruk. Arti yang ke dua ini yang sering digunakan untuk mengumpat atau mengungkapkan bahwa sesuatu itu buruk. Contoh: “The movie sucks!” (Filmnya payah!)

If something sucks, so it’s bad. Kalau sesuatu itu kita deskripsikan sebagai ‘suck’ berarti sesuatu itu buruk atau payah. Bisa juga artinya menunjuk pada seseorang yang melakukan sesuatu dengan buruk. Contoh: “I suck at Math.” (Aku tidak pintar Matematika.)

Karena ‘suck’ adalah sebuah verb, maka cara kerjanya juga harus mengikuti aturan verb yang benar.

Aturan 1: dalam “simple present tense” bentuknya berubah sesuai dengan pronoun (kata ganti). Contoh: “I suck.”; “The movie sucks.” Perhatikan perbedaanya akhiran “-s”.
Aturan 2: tidak dapat digunakan bersamaan dengan verb ‘to be’; 2 verb tidak dapat digunakan dalam 1 kalimat tanpa adanya conjunction (kata penghubung).

  • Contoh SALAH: “It’s sucks!”
  • Contoh BENAR: “It sucks!”

Perhatikan bedanya. Dalam kalimat ini verb ‘is’ tidaklah perlu.

Aturan 3: bentuknya berubah sesuai dengan waktu – kembali ke tenses. Contoh: “Last night I went to a party and it sucked.” Sucked = bentuk lampau (Verb 20 dari “suck”.

Intinya: suck is a verb, treat it like one! So, next time kamu melihat ada yang menulis “it’s sucks”, itu salah ya…

Contoh dalam kalimat negatif:

A: “Inception (movie) sucks.” B: “No, it doesn’t suck. You just don’t know how to enjoy it.”

Kembali ke aturan tenses dan verb yang benar.

So… what do you think? Does this class suck?

Compiled and written by at on January 2, 2011 (originally posted on http://rumahbelajarbali.wordpress.com/)

#EngClass: “you’re” vs “your”

  1. you’re = you are. you: noun (kata benda); are: ‘to be’ (kata kerja). Jadi, “you’re” terdiri dari 2 kata (you are);
  2. your = possessive adjective (kata sifat) yang menunjukkan kepemilikan. Jadi, “your” adalah 1 kata.

Perhatikan. Berdasarkan penjelasan tadi, “you’re” dan “your” adalah 2 hal yang berbeda, begitu juga fungsi mereka dalam kalimat. Tapi sering kita temui orang mencampuradukkan kedua frase dan kata tersebut. Yuk kita lihat dengan membandingkan contoh berikut.

  • Contoh SALAH: Your so beautiful.
  • Contoh BENAR: You’re so beautiful.

Dalam kalimat di atas “you” berfungsi sebagai subyek dan “are” sebagai kata kerja. Sementara itu, “your” sebagai adjective selalu ditempatkan sebelum kata benda (karena fungsi kata sifat adalah memodifikasi atau memberi sifat kepada kata benda). Maka dalam contoh kalimat pertama di atas, penggunaan kata “your” jelas salah tempat.

Walaupun demikian, seringkali orang menulis “you’re” dengan “your” supaya terlihat ‘gaul’ (untuk anak muda di Amerika Serikat). Contoh yang bisa kita temui di internet: “Your so cool.” Maksud yang seharusnya/ yang benar: “You’re so cool.”

Mau menulis seperti ini? Tidak apa-apa asalkan kita mengerti cara penulisan yang benar dan sesuai dengan konteks penggunaannya. Hmm.. Mungkin gaya seperti ini mirip seperti gaya menulis “alay” anak muda Indonesia ya…

Sementara itu, contoh penggunaan “your” dalam kalimat yang benar adalah: “That is your book. Your book is blue.” (Arti: Itu adalah bukumu. Bukumu berwarna biru.). Kata “your” memodifikasi noun ‘book’ (ia berfungsi dengan seharusnya).

Jadi, “you’re” = kamu adalah; your = milikmu.

So, next time kalau yang kamu maksud adalah “kamu adalah”, tulisan yang benar adalah: “you’re” (you are), bukan “your”.

Compiled and written by at on January 2, 2011 (originally posted on http://rumahbelajarbali.wordpress.com/

#IOTW: Idioms of The Week (4)

  1. Sluggish (dari kata ‘slug’ yang berarti siput.) Meaning: sangat lamban.
    • Example:
      • “She’s a sluggish worker.”
  2. Holy cow! Meaning: astaga!
    • Example:
      • Holy cow! Does he really care about what we eat?!”
  3. Henpecked. Meaning: suami yang takut dengan istri.
    • Example:
      • “Who is a hen-pecked husband?”
  4. Sitting duck. Meaning: tidak berdaya.
    • Example:
      • “That sweet old lady was a sitting duck for the aggressive salesman.”
  5. Ferret (dari hewan pengerat.) Meaning: mengorek.
    • Example:
      • “She ferreted out the truth.”
  6. Buy pig in a poke. Meaning: sama seperti ‘membeli kucing dalam karung.’
    • Example:
      • “Is it really a great deal or just a pig in a poke?”
  7. Swan song. Meaning: pertunjukan terakhir karir seseorang.
    • Example:
      • “She is ready for her swan song.
  8. Sheepish. Meaning: tersipu-sipu.
    • Example:
      • “A girl seemed sheepish when she visited her boyfriend.”
  9. Goatee. Meaning: jenggot yang panjang.
    • Example:
      • “Do you know how to grow a goatee?”
  10. Lion’s share. Meaning: porsi paling besar.
    • Example:
      • “The winner will get lion’s share of the contract!”

Compiled and writen by @Patipatigulipat at @EnglishTips4U on Saturday, September 10, 2011.


RELATED POST(S):

^MD

#EngTips: parafrase

Parafrase adalah cara mengungkapkan suatu konsep dengan cara yang berbeda tanpa mengubah makna.

Ketika kita mendengarkan suatu pernyataan dan tidak yakin apakah kita mengerti pernyataan tersebut, kita bisa tanyakan kembali maksudnya.

Ada beberapa kalimat yang dapat digunakan untuk mengklarifikasi pernyataan.

  1. “Are you saying that…” Arti: Jadi kamu mengatakan bahwa…
  2. “Do you mean…” Arti: Maksudmu…
  3. “What are you getting at?” Arti: Apa maksudmu?
  4. “If I understand you correctly, you are saying…” Arti: Jika aku benar-benar paham, kamu mengatakan bahwa…
  5. “So you are saying… Right?” Arti: Jadi kamu mengatakan bahwa… Ya kan?
  6. “Did I get that right?” Arti: Benar tidak?

Compiled by @Patipatigulipat at @EnglishTips4U on September 9, 2011

Indonesia's first and only Twitter-based English learning portal