Category Archives: grammar

#EngClass: Adverb

Adverb dalam Bahasa Indonesia disebut sebagai kata keterangan atau tambahan. Salah satu contoh adverb adalah kata “slowly” dalam kalimat “I walk slowly.

Secara garis besar ada 2 fungsi utama adverb, yaitu:

Menambahkan informasi pada sebuah clause (klausa)

Informasi yang dimaksud adalah keterangan mengenai waktu atau tempat dari suatu tindakan. Fungsi adverb dalam kategori ini disebut sebagai adverbial.

  • Contoh:
    • I walk slowly.”
    • Adverb slowly” menambahkan informasi pada klausa I walk.

Menambahkan informasi pada sebuah kata lain

Keterangan pada sebuah kata yang dimaksud adalah adjective (kata sifat) atau pun adverb lain. Fungsi adverb dalam kategori ini disebut sebagai modifier.

  • Contoh:
    • “Extremely slowly.”
    • Adverb extremely” menambahkan informasi pada adverb slowly.

Berdasarkan artinya, terdapat beberapa jenis adverb. Berikut ini adalah 5 jenis adverb yang paling umum digunakan beserta contohnya:

  1. Adverb of manner. Artinya: keterangan menunjukkan bagaimana sesuatu dilakukan, seperti well, badly, how, quickly, slowly, hard, fast, etc.
    • Contoh: 
      • “He plays the piano well.”
  2. Adverb of place. Artinya: keterangan yang menunjukkan suatu tempat, misalnya up, there, here, above, upstairs, anywhere, somewhere, etc. 
    • Contoh:
      • “The book can be anywhere.”
  3. Adverb of time.  Artinya: keterangan yang menunjukkan waktu, seperti then, now, soon, recently, afterwards, today, yesterday, tomorrow, etc 
    • Contoh:
      • “She will finish her homework soon.”
  4. Adverb of degree. Artinya: kata keterangan untuk menunjukkan tingkatan atau intensitas, seperti very, so, too, really, quite, much, extremely, etc.
    •  Contoh:
      • “I really love you.”
  5. Adverb of frequency. Artinya:  keterangan yang menujukkan frekuensi atau seberapa sering sesuatu dilakukan, misalnya never, always, often, sometimes, generally, etc.
    • Contoh:
      • “I always play football twice a week.”

Adverb dapat ditempatkan di depan, tengah, atau belakang dalam sebuah kalimatBerikut ini adalah aturan peletakan dari masing-masing posisi adverb dalam sebuah kalimat:

  1. Untuk posisi di depan, letakkan adverb sebelum S (Subject) kalimat.
    • Contoh:
      • Usually I play football twice a week.”
  2. Untuk posisi di tengah, adverb dapat digunakan sesudah auxiliary yang pertama (be) atau sebelum verb (kata kerja).
    • Contoh:
      • “She is never late.”
  3. Untuk posisi di belakang, adverb diletakkan pada akhir clause.
    • Contoh:
      • “He plays the piano well.”

 

Compiled and written by  for  Tuesday, August 2, 2011

Related post(s):

^MD

Advertisements

#EngClass: Participial adjective

Kali ini kita akan membahas participial adjective. Apakah itu? Kalian pasti pernah mendengar kata “boring” dan “bored” kan?

Participial adjective adalah kata sifat yang diambil dari the past participle (-ed) dan the present participle (-ing).

Seringkali terdapat salah penggunaan antara the past participle dan the present participle dalam sebuah kalimat, seperti:

  • “I’m interested in English.” | “I’m interesting in English.”
  • “English is interesting.” | “English is interested.

Kata yang dibentuk dari the past participle (interested) menjelaskan apa yang dirasakan seseorang.

  • Contoh:
    • “Saya tertarik dengan Bahasa Inggris.” -> “I’m interested in English.”

“interested” menjelaskan bagaimana perasaan saya terhadap Bahasa Inggris.

Kata yang terbentuk dari the present participle (interesting) menjelaskan penyebab dari perasaan tertarik pada ‘saya.’ Dalam contoh di atas, penyebabnya adalah ‘bahasa Inggris’ dan kata ‘interesting’ menjelaskan bahwa suatu hal (bahasa Inggris) itu menarik.

Untuk membuat kalimat dengan menggunakan participal adjective dapat aturan penulisan sebagai berikut:

S + be + adjective

Contoh:

  • “I was surprised.”
  • “The news was surprising.”

Exercise

1. I don’t like our new teacher. He really bores me. I think he is a (boring/bored) person.
boring
correct!
bored

2. I don’t understand these formulas. They are so (confusing/confused).
confusing
correct!
confused

3. Have you heard about the latest news? I’m so (exciting/excited) to tell you!
excited
correct!
exciting

4. I had never been to Raja Ampat before. But when I was there, I was really (fascinating/fascinated).
fascinated
correct!
fascinating

5. Everyone was (shocking/shocked) when they heard the minister’s corruption scandal for the first time.
shocked
correct!
shocking

6. I will never sing in front of the class again! It was so (embarrassing/embarrassed).
embarassed
correct!
embarassing

7. I feel very (tiring/tired) after the long trip.
tiring
correct!
tired

8. I don’t think I can watch that movie. It’s so very (depressing/depressed).
depressing
correct!
depressed

9. Oh my goodness, look at the size of that cake! It’s very (tempting/tempted). I want to eat it!
tempting
correct!
tempted

10. She never really finished that work. I guess she’s already . . . (frustrating/frustrated) because of it.
frustrated
correct!
frustrating

 

Compiled and written by  for  on Friday, July 29, 2011

Related post(s):

^MD

#EngClass: Conditional sentences

First thing First. Dalam sebuah conditional sentence terdapat 2 clause (klausa) atau bentuk dasar kalimat, yaitu: if clause dan result clause.

Contoh:

If I have more money, I’ll buy a car.”

  • If I have more money” = if clause.
  • I’ll buy a car” = result clause.

Ada 4 jenis conditional sentence, masing-masing dengan fungsi yang berbeda, yaitu: zero, first, second, dan third conditional.

1. Zero conditional

Zero conditional digunakan untuk menyatakan sesuatu yang selalu benar (seperti contohnya kebenaran ilmiah). Struktur:

if clause (present simple), result clause (present simple)

Contoh:

  • If we heat ice, it melts.
  • Arti kalimat: “Jika kita menghangatkan es, es akan mencair.”
  • Hal ini merupakan sebuah kepastian yang tidak bisa diragukan.

2. First conditional

First conditional digunakan untuk mengekspresikan sesuatu yang benar terjadi saat ini atau di masa depan (true in the present or future). Struktur:

if clause (present simple), result clause (will/can + V1)

Contoh: 

  • If I have more money, I’ll buy a car.
  • Kalimat contoh berarti: “Jika di masa depan saya punya lebih banyak uang, sangat mungkin sekali saya akan membeli mobil.”

3. Second conditional

Second conditional digunakan untuk mengekspresikan sesuatu yang tidak benar atau berlawanan dengan kenyataan saat ini (untrue in the present). Struktur:

if clause (past simple), result clause (would/could + V1)

Contoh:

  • If I had more money, I’d buy a car.
  • Kalimat contoh berarti: Kalau saja saya punya lebih banyak uang, saya akan membeli mobil. Pada kenyataannya saya tidak punya uang lebih.

4. Third conditional

Third conditional digunakan untuk mengekspresikan sesuatu yang tidak benar atau berlawanan dengan kenyataan di masa lalu (untrue in the past). Struktur:

if clause (past perfect), result clause (would have/could have + V3)

Contoh:

  • If I had more money, I could have bought a car.
  • Kalimat contoh berarti: Kalau saja dulu saya punya lebih banyak uang, saya bisa saja membeli mobil. Pada kenyataannya, dulu saya tidak punya uang lebih, maka saya tidak bisa membeli mobil.

Baiklah, sekian penjelasan. Admin akan memberi beberapa contoh kalimat lain (nomor sesuai dengan urutan jenis conditional sentence di atas).

  1. If you don’t eat, you’ll die. – If you don’t try, you will never know.
  2. If I meet the girl I like, I’ll ask her out. – If I do good at school, I will be happy
  3. If I had the guts, I’d ask her out. – If I had wings, I could fly.
  4. If I had had the guts, I would have asked her out. – If we had won, we would have brought the prizes.

Compiled and written by @EnglishTips4U for @EnglishTips4U on Monday, July 25, 2011

Related post(s):

^MQ

#EngClass: Modal auxiliary

The modal auxiliaries (singular: auxiliary) mencakup can, may, might, could, would, will, shall, must, should, ought to, used to.

Modal auxiliary digunakan untuk menunjukkan seberapa yakin kita akan suatu hal. Secara umum, modal auxilliary dapat dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu stronger and weaker.

Stronger and weaker adalah modal ausxilliary yang di gunakan ketika saat kita berada dalam kondisi tidak mengetahui kebenaran akan suatu hal. Terdapat beberapa contoh kalimat untuk memperjelas kondisi tersebut yang menggunakan beberapa jenis modal auxiliary.

  • “It will be Ana,”
  • “It must be Ana,”
  • “It should be Ana,”
  • “It may be Ana,”
  • “It might be Ana,”
  • “It could be Ana,”
  • “It won’t be Ana,”
  • “It can’t be Ana,” atau
  • “It couldn’t be Ana.”

Jika respon diurutkan, kalimat yang pertama paling yakin dan yang terakhir paling tidak yakin.

Berikut ini adalah beberapa jenis modal auxiliary beserta arti dan contoh penggunaannya dalam kalimat.

  1. ‘Can’ memiliki arti:
    • Possibility. Contoh:
      • “The news about him can be true.”
    • Ability. Contoh:
      • “I can play the piano well.”
    • Permission. Contoh:
      • “You can go now,” my mother said.
  2. ‘May’ memiliki arti:
    • Possibility. Contoh:
      • “It may rain tonight.”
    • Permission. Contoh:
      • “You may go now,” my mother said.
    • Volition (or wish). Contoh:
      • May your dreams come true.”
  3. ‘Might’ memiliki arti:
    • Possibility. Contoh:
      • “It might rain tonight.”
    • Permission. Contoh:
      • “You might go now.” my mother said.”
    • Unreal meaning. Contoh:
      • “I might have won the game.”
  4. ‘Could’ memiliki arti:
    • Possibility. Contoh:
      • “It could rain tonight.”
    • Ability. Contoh:
      • “I could play the piano when I was six.”
    • Permission. Contoh:
      • “My mother said I could go.”
    • Unreal meaning. Contoh:
      • “I could have won the game.”
  5. ‘Would’ memiliki arti:
    • Habit. Contoh:
      • “When I was six, I would go to my parents’ room and sleep there.”
    • Volition (or wish). Contoh:
      • “I wish it would rain tonight.”
    • Prediction (or future). Contoh:
      • “It would rain tonight.”
    • Unreal meaning. Contoh:
      • “I would have won the game.”
  6. ‘Will’ memiliki arti:
    • Volition (or wish). Contoh:
      • “I hope it will be fine.”
    • Prediction (or future). Contoh:
      • “It will rain tonight.”
  7. ‘Shall’ memiliki arti:
    • Volition (or wish). Contoh:
      • “I hope it shall be fine.”
    • Prediction (or future). Contoh:
      • Shall we go now?”
  8. ‘Must’ memiliki arti:
    • Obligation. Contoh:
      • “You must finish your work.”
    • Deduction. Contoh:
      • “It must be Ana.”
  9. ‘Should’ memiliki arti:
    • Unreal meaning. Contoh:
      • “I should have won the game.”
    • Tentative meaning. Contoh:
      • Should there be a problem, call me.”
    • Obligation. Contoh:
      • “You should finish your work.”
    • Deduction. Contoh:
      • “It should be Ana.”
  10. ‘Ought to’ memiliki arti:
    • Obligation. Contoh:
      • “You ought to finish your work.”
    • Deduction. Contoh:
      • “It ought to be Ana.”
  11. ‘Used to’ memiliki arti:
    • Past state or habit. Contoh:
      • “When I was six, I used to go to my parents’ room and sleep there.”

 

Compiled and written by @EnglishTips4U for @EnglishTips4U on Wednesday, July 20, 2011

Related post(s):

^MD

#GrammarTrivia: “actually”

DYK? Kata “actually” memiliki arti yang sama dengan “in fact”/ “in reality” (pada kenyataannya). Digunakan untuk

  1. menegaskan sesuatu.
  2. tidak menyetujui sesuatu.

Kata “actually” artinya tidak sama dengan “now”/ “at present” (saat ini).

1) “actually” digunakan untuk menekankan sesuatu, ketika kita ingin mengungkapkan fakta yang mengejutkan. Digunakan di tengah kalimat. Contoh:

  1. “There is this very beautiful girl next door. You can actually see her from across the street.”
  2. “That company’s revenue grows bigger every year. The owner actually does all the jobs himself.”

2) “actually” digunakan untuk tidak menyetujui sesuatu. Jika kita pikir yang dikatakan atau dilakukan seseorang salah, kita bisa mengoreksinya dengan “actually”. Untuk fungsi yang ke-2, “actually” digunakan di awal atau akhir kalimat. Contoh:

  1. “People say love brings happiness. Actually it’s the other way around.”
  2. “Thanks for helping me with my school assignment. | Well, it wasn’t me. It was Andy who helped you, actually.”

Compiled and written by @EnglishTips4U on July 17, 2011

#GrammarTrivia: Uncountable noun

“Countable noun” memiliki bentuk singular (tunggal) dan plural (jamak), sementara “uncountable noun” memiliki bentuk singular saja.

Kebanyakan noun (kata benda) termasuk dalam “countable noun”.

Contoh:

  • “a baby” (bentuk singular) – “babies” (bentuk jamak).

uncountable noun” merujuk pada benda yang tak bisa dihitung. Benda yang termasuk dalam kategori ini antara lain zat, cairan, gas, ide abstrak.

Contoh

  • (zat) paper, gold, rock;
  • (benda cair) water, oil;
  • (gas) smoke, oxygen;
  • (ide abstrak) music, money.

Compiled and written by @EnglishTips4U for@EnglishTips4U on Tuesday, July 12, 2011


RELATED POST(S):

^MD

#GrammarTrivia: decimal numbers

Apa kamu tahu dalam Bahasa Inggris, bilangan desimal ditulis menggunakandecimal point yang berupa tanda (.) titik, bukan (,) koma.

  • Contoh:
    • 7.5 = seven point five (dalam Bahasa Indonesia: tujuh koma lima).
    • 1.8 = one point eight.
    • 6.29 = six point two nine.

Compiled and written by @ for @ on Firday, July 8, 2011


RELATED POST(S):

^MD

#EngTips: types of nouns

Secara umum, jenis “noun” atau kata benda bisa dibedakan sebagai berikut: countable VS uncountable, concrete VS abstract, common VS proper.

  • Countable noun memiliki bentuk singular (tunggal) dan plural (jamak). Contoh: book/ books.
  • Sementara uncountable noun memiliki satu bentuk saja. Contoh: air, water, information.
  • Concrete noun = memiliki bentuk konkrit. Contoh: book, air, water.
  • Abstract noun = tidak memiliki bentuk konkrit (abstrak). Contoh: idea, love, information.
  • Common noun = kata benda yang digunakan untuk menunjuk pada orang, jenis benda, zat, dll. Bisa ditambahkan “articlea/ an/ the. Contoh: friend, book, air.
  • Proper noun = kata benda yang digunakan untuk menunjuk pada seseorang/ sebuah tempat/ organisasi secara spesifik. Contoh: Amy, Jakarta, DPR.

Written by @ on July 7, 2011

#GrammarTrivia: “ought to”

DYK? “ought to” adalah “modal auxiliary” yang memiliki arti yang sama dengan “should” (harus/ seharusnya).

Penggunaan “ought to” tidak umum, dan terutama sekali sangat jarang digunakan di Amerika Serikat.

Kita bisa mengganti “ought to” dengan kata “should” tanpa mengubah artinya. Bentuk negatifnya adalah “ought not to” atau “oughtn’t to“.

Bentuk “ought to” tidak pernah berubah walaupun menggunakan subyek yang berbeda dalam kalimat. Misal, tidak ada penambahan huruf ‘s’.

  • Contoh kalimat positif: “You ought to go to school.
  • Contoh kalimat negatif: “She oughtn’t to come late to class.

Compiled and written by @ on July 4, 2011

#GrammarTrivia: adjectives ending in “-ly”

DYK? Akhiran -ly biasanya digunakan pada kebanyakan adverb of manner.

  • Contoh pada adverb of manner: “They live happily.”

Namun akhiran -ly juga ditemukan pada kata sifat atau adjective.

  • Contoh: “She is friendly.” Ada banyak contoh adjective berakhiran dengan ‘-ly‘, seperti: lovely, silly, ugly, deadly, kindly, manly, melancholy, etc. Baca contoh lainnya beserta artinya di sini: http://t.co/iwhMM7I

Written by @ on June 24, 2011