Category Archives: class

#GrammarTrivia: ‘wh-‘ words

Terdapat empat cara untuk bertanya dalam Bahasa Inggris, yaitu dengan yes-no question, ‘wh-‘ question, tag question, indirect question.

Hari ini kita akan berbicara sedikit tentang ‘wh-‘ question. Penggunaan ‘wh-‘ question dimulai dengan ‘wh-‘ words atau kata tanya.

Berbeda dengan yes-no question, ketika menggunakan ‘wh-‘ question, si penanya mengharapkan informasi baru dalam jawaban, bukan ‘iya’ atau ‘tidak’ saja.

Berikut adalah beberapa contoh ‘wh-‘ words dan artinya dalam Bahasa Indonesia.

  1. Who? Arti: Siapa?
    • Contoh:
      • Question: “Who is that?”
      •  Answer: “It’s my sister.”
  2. Whom? Arti: Siapa? (sebagai obyek). ‘Whom’ bersifat formal dan jarang digunakan.
    • Contoh:
      • Question: “To whom did you give the book?”
      • Answer: “To Ian.”
  3. Whose? Arti: Kepunyaan siapa? (menanyakan kepemilikan suatu benda)
    • Contoh:
      • Question: “Whose book is that?”
      • Answer: “It’s Ian’s.”
  4. What? Arti: Apa?
    • Contoh:
      • Question: “What are you doing?”
      • Answer: “I’m reading a book.”
  5. Which? Arti: Yang mana? (menanyakan pilihan).
    • Contoh:
      • Question: “Which Jim Carrey’s movie do you like best?”
      • Answer: “I like ‘Yes Man’ best.”
  6. When? Arti: Kapan?
    • Contoh:
      • Question: “When is your birthday?”
      • Answer: “It’s on December 1st.”
  7. Where? Arti: Di mana?
    • Contoh:
      • Question: “Where do you live?”
      • Answer: “I live at Jalan Nusa Indah.”
  8. How? Arti: Bagaimana?
    • Contoh:
      • Question: “How did you fall?”
      • Answer: “I tripped over a banana peel.”
  9. Why? Arti: Mengapa?
    • Contoh:
      • Question: “Why did you come late?”
      • Answer: Because I got stuck in a traffic jam!

Terdapat beberapa jenis ‘wh-‘ words lain yang menggunakan ‘how’, di antaranya:

  1. How long? Arti: Berapa lama?
    • Contoh:
      • Question: “How long will you stay in Paris?”
      • Answer: “Only a day.”
  2. How often? Arti: Seberapa sering?
    • Contoh:
      • Question: “How often do you go the gym?”
      • Answer: “About twice a week.”
  3. How old? Arti: Berapa (umur)?
    • Contoh:
      • Question: “How old is your son?”
      • Answer: “He is eight years old.”
  4. How many/ much? Arti: Berapa banyak?
    • Contoh:
      • Question: “How much sugar do you need?”
      •  Answer: “An ounce, please.”

 

Compiled and written by  for  on Wednesday, June 22, 2011

Related post(s):

^MD

Advertisements

#EngClass: ‘Will’ vs. ‘be going to’

Cara termudah untuk membicarakan kejadian di masa depan adalah dengan menggunakan simple future tense dengan ‘will‘ atau ‘be going to‘.

‘will’

will‘ digunakan ketika kita memutuskan melakukan sesuatu di masa depan secara spontan/ pada saat ini/ pada saat kita membicarakan rencana tersebut.

  • Contoh:
    • I will go to Bali tomorrow.”

Struktur kalimat yang tersusun dengan ‘will‘ adalah sebagai berikut:

S + will + infinitive/V1

Dalam contoh di atas, subjek kalimat (S) adalah I, sedangkan V1 adalah go.

‘be going to’

be going to‘ digunakan untuk membicarakan sesuatu yang akan kita lakukan di masa depan namun sudah kita rencanakan sebelumnya.

  • Contoh:
    • I am going to go to Bali tomorrow.

Struktur dari kalimat tersebut adalah

S + be going to + infinitive/V1.

Dalam kalimat contoh di atas subjeknya adalah I, sedangkan V1 adalah go.

Kalimat “I will go to Bali tomorrow.” dan “I am going to go to Bali tomorrow.” memiliki arti sama, yaitu: “Saya akan pergi ke Bali besok.”

Walaupun memiliki arti yang sama secara umum, penggunaan ‘will‘ dan ‘be going to‘ memiliki arti yang berbeda secara khusus. Jadi, bagaimana membedakan arti dari kalimat “I will go out tonight.” dengan “I am going to go out tonight.“? Simple. Gunakan rumus tadi.

Dengan menggunakan contoh sebelumnya, bayangkan Anda mendengar anggota keluarga Anda yang tinggal di Bali mendadak sakit keras. Maka, reaksi Anda adalah “I will go to Bali tomorrow.“, sedangkan dalam konteks ‘be going to‘ adalah saat Anda sudah merencanakan liburan ke Bali sejak dua bulan yang lalu. Anda mengatakan: “I am going to go Bali tomorrow.

Dengan mengetahui perbedaannya, kita juga membiasakan diri secara sadar menggunakan bentuk yang tepat dari apa yang ingin kita ekspresikan.

So guys… If I ask you, “What’s your plan for tonight?” Please answer using the appropriate ‘will’ or ‘be going to’ form. Try!

Compiled and written by  for  on Tuesday, June 21, 2011

Related post(s):

^MD

#EngClass: Simple Past vs. Present Perfect

Tentu kamu sudah tau tentang Simple Past Tense (SP) dan Present Perfect Tense (PP) kan? Kamu juga pasti sudah sering menggunakannya.

Simple Past Tense

Contoh kalimat yang menggunakan SP adalah:

  • “I ate breakfast this morning.”

Struktur kalimat yang menggunakan SP adalah

Subject + Verb 2/ Simple Past (S + V2).

Dalam kalimat diatas, subjek kalimat adalah  I (saya) dan  verb 2 (V2)  adalah ate.

Present Perfect Tense

Contoh kalimat yang menggunakan PP adalah:

  • “I have eaten breakfast.”

Struktur kalimat yang terbentuk dengan PP, yaitu:

Subject + have/ has + Verb 3/ Past Participle.

Dalam kalimat diatas yang berfungsi sebagai subjek (S) adalah I; sedangkan verb 3 (V3) adalah eaten.

Simple Past Tense vs. Present Perfect Tense

Pada dasarnya, SP dan PP mempunyai fungsi yang sama, yaitu untuk membicarakan aktivitas yang terjadi di masa lampau. Tapi satu perbedaan mendasar adalah SP digunakan ketika waktu kejadian disebutkan atau dianggap penting, sementara PP digunakan ketika waktu kejadian tidak penting untuk disebutkan.

  • Contoh SP:
    • I ate breakfast this morning.

Keterangan waktu di dalam kalimat tersebut adalah ‘this morning‘. Jadi, yang ingin disampaikan: ‘Saya sudah sarapan, dan itu terjadi ‘pagi ini’.

  • Contoh PP:
    • I have eaten breakfast.

Tidak ada keterangan waktu di dalam kalimat di atas. Jadi, yang ingin disampaikan adalah ‘Saya sudah sarapan’ dan tidak perlu diketahui kapan itu terjadi

Jadi PP digunakan untuk menekankan pada aktivitas yang telah dilakukan, bukan pada waktu terjadinya aktivitas tersebut, sedangkan SP adalah sebaliknya.

So…Have you eaten your breakfast? What time did you have it?” Ada yang bisa menjawab dengan PP dan SP?

Have a good day!

Compiled and written by @ActiveEnglish for @EnglishTips4U  on Thursday, June 16, 2011

Related post(s):

^MD

#EngClass: Expressing illness

Adakah di antara kalian yang sedang sakit? Well, we hope you’ll get well soon. Hari ini kita membahas cara mengekspresikan sakit.

Ada beberapa jenis sakit yang umum dijumpai, antara lain:

  1. Stomach ache. Arti: sakit perut
  2. Headache. Arti: sakit kepala
  3. Sore throat. Arti: sakit tenggorokan
  4. Cold. Arti: flu, pilek
  5. Toothache. Arti: sakit gigi
  6. Temperature. Arti: demam
  7. Cough. Arti: batuk

Untuk mengatakan: “Saya sedang sakit …” kita bisa menggunakan frasa I’ve got a …”

Contoh:

  • I’ve got a cough.” (Saya sedang batuk)
  • I’ve got a stomach ache.” (Saya sedang sakit perut)
  • “I’ve got a temperature.” (Saya sedang demam)
  • I’ve got a sore throat.” (Saya sedang sakit tenggorokan)
  • I’ve got a cold.” (Saya sedang pilek)

Bila kalian ingin mengatakan ‘sedang tidak enak badan’, ada beberapa cara yang tepat untuk menyatakannya dalam Bahasa Inggris, yaitu:

  • I feel ill.
  • I feel terrible. atau
  • I feel sick.

Semua kalimat di atas mempunya arti yang sama, yaitu ‘Saya sedang merasa sakit‘ atau ‘tidak enak badan.’

Jika ingin mengatakan bagian tertentu pada tubuh kamu yang terasa sakit, kalian dapat menggunakan kalimat-kalimat ini:

  • ‘My back hurts.’ Arti: Punggungku sakit.
  • ‘My arm hurts.’ Arti: Lenganku sakit.
  • ‘My foot/ leg hurts.’ Arti: Kakiku sakit.

Catatan:

  • foot = bagian kaki bawah (telapak);
  • leg = bagian kaki atas (paha bawah).

Jika sudah sembuh, jangan lupa katakan, “I feel better.” Untuk yang sedang sakit, get well soon!

Compiled and written by @ActiveEnglish  for @EnglishTips4U  on Monday, June 13, 2011

Related post(s):

^MQ