Category Archives: class

#EngClass: “simple” vs “simply”

Banyak orang sepertinya mencampuradukkan kedua kata ini dan menganggapnya sama, padahal tidak.

Simple dan simply adalah dua kata yang berbeda; perbedaannya ada di jenis kata (parts of speech) dan tentu arti; walaupun asal kata mereka sama.

Simple: adjective (kata sifat). Arti: sederhana. Fungsi adjective: menjelaskan noun (kata benda). Contoh dalam kalimat:

  • I’m just a simple guy. (Aku hanya seorang lelaki sederhana.)

Dalam frase (kumpulan kata) ‘simple guy’, simple = adjective; guy = noun. Perhatikan posisi adjective selalu berada sebelum noun. Adjective ‘simple’ menjelaskan noun ‘guy’. Jadi: adjective + noun.

Sementara, simply: adverb (kata keterangan cara melakukan sesuatu). Arti: dengan sederhana. Fungsi: menjelaskan verb (kata kerja). Contoh dalam kalimat:

  • He lives simply. (Ia hidup dengan sederhana.)

Dalam frase ‘lives simply’, lives = verb; simply = adverb. Perhatikan posisi adverb selalu berada setelah verb. Adverb ‘simply’ menjelaskan bagaimana verb ‘lives’ dilakukan. Jadi: verb + adverb.

Jadi, simple: ‘berteman’ dengan noun (kata benda). Simply: ‘berteman’ dengan verb (kata kerja).

Mari kita lihat contoh yang tidak sesuai dengan aturan gramatikal dan sering dijumpai:

  1. I’m a simply girl. Seharusnya: I’m a simple girl.
  2. Let’s live simple. Seharusnya: Let’s live simply.

Frase ‘live simple’ sering digunakan dalam percakapan sehari-hari namun tidak benar secara gramatikal. Paduan verb + adjective sering digunakan karena dianggap mempermudah pengucapan. Seperti halnya kalimat: I drive good. Drive = verb; good = adjective. Kalimat ini tidak benar karena verb seharusnya diikuti oleh adverb. Kalimat seharusnya: I drive well. (Saya menyetir dengan baik.)

Sekali lagi, kata ‘simple’ + noun; verb + kata ‘simply’.

Jadi mulai sekarang hindari menulis ‘I’m a simply girl/ guy.’ di bio twitter kamu atau di mana saja ya.

Compiled and written by at on January 16, 2011 (originally posted on http://rumahbelajarbali.wordpress.com/)

Advertisements

#EngClass: “One of the (plural noun)”

“One of the (plural noun)”

Kalian pasti sering membaca atau mendengar kalimat seperti ini,

He’s one of the funniest people alive.

Jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia kalimat di atas berarti “Dia adalah salah satu orang yang paling lucu yang pernah hidup.”

Logika dari kalimat ini adalah ada satu orang lucu di antara banyak orang lucu lainnya. Sesuatu yang ‘menggiring’ kita pada struktur “One of the (plural noun)” (baca: satu di antara banyak).

Maka dari itu, “one of thetidak tepat jika diikuti oleh singular noun . Singular noun adalah kata benda tunggal, misalnya person, sedangkan plural noun adalah kata benda jamak, contohnya adalah people.

Ada contoh kalimat yang salah, tapi sering kita temui

  • He’s one of the funniest person alive.

Kata ‘person‘ seharusnya ditulis dalam bentuk jamak (people).

“One of the (plural noun) which”

Hal ini sejalan dengan logika kalimat yang dijelaskan sebelumnya. Bagaimana kita mengatakan “Dia salah satu orang paling lucu yang berasal dari Bandung.” dengan grammar yang benar dalam Bahasa Inggris?

Pertama, perhatikan ada 2 hal yang dijelaskan, yaitu  ‘one‘ (seseorang) dan ‘people‘ (banyak orang). Apakah yang berasal dari Bandung hanya seseorang? Atau semua orang yang disebut?

Setelah memutuskan apa yang ingin kamu sampaikan (tentang siapa yang berasal dari Bandung),  patuhi aturan ‘Subject + Verb agreement. Dalam simple present tense aturan ini mencakup ‘I/ you/ we/ they + Verb 1‘ dan ‘he/she/it + Verb 1 + ‘s‘.

Contoh:

  • I come from Denpasar.
  • She comes from Bandung.

Perhatikan perbedaan penulisan verb (kata kerja) ‘come‘.

Maka dari permasalahan sebelumnya, jika hanya ‘one‘ (seseorang) saja yang berasal dari Bandung, kalimat yang benar adalah:

  • He’s one of the funniest people who comes from Bandung.

Tapi, jika yang berasal dari Bandung adalah semua orang lucu dalam kalimat itu, maka penulisan kalimat yang benar adalah:

  • He’s one of the funniest people who come from Bandung.

Terdapat beberapa contoh kalimat lain, seperti:

  • Yesterday I went to the mall. I bought a t-shirt, one of my favorite clothing items that usually comes with cool prints.

Pada contoh di atas one = t-shirt = verbcomes menjelaskan yang dimaksud adalah ‘t-shirt’; bukan clothing items (jenis pakaian yang lain).

  • One of the reasons I like hiking is that I can get to be outside the house and enjoy nature.

Pada contoh 2: one = a reason (salah 1 alasan) = verb ‘is’ menjelaskan yang dimaksud adalah hanya salah 1 alasan kenapa menyukai hiking.

(originally posted on http://rumahbelajarbali.wordpress.com/)

Compiled and written by at on Friday, January 7, 2011.


RELATED POST(S):

^MD

#EngClass: “suck”

Suka mengumpat dengan Bahasa Inggris? Iya dong, biar kelihatan keren gitu. Tapi kalau sudah salah eja kira-kira kerennya masih terlihat tidak?

Kata “suck” = verb (kata kerja).

  1. Arti 1: menghisap. Contoh: “Dementors suck out people’s happiness.” (Para Dementor menghisap kebahagiaan orang-orang.).
  2. Arti 2: buruk. Arti yang ke dua ini yang sering digunakan untuk mengumpat atau mengungkapkan bahwa sesuatu itu buruk. Contoh: “The movie sucks!” (Filmnya payah!)

If something sucks, so it’s bad. Kalau sesuatu itu kita deskripsikan sebagai ‘suck’ berarti sesuatu itu buruk atau payah. Bisa juga artinya menunjuk pada seseorang yang melakukan sesuatu dengan buruk. Contoh: “I suck at Math.” (Aku tidak pintar Matematika.)

Karena ‘suck’ adalah sebuah verb, maka cara kerjanya juga harus mengikuti aturan verb yang benar.

Aturan 1: dalam “simple present tense” bentuknya berubah sesuai dengan pronoun (kata ganti). Contoh: “I suck.”; “The movie sucks.” Perhatikan perbedaanya akhiran “-s”.
Aturan 2: tidak dapat digunakan bersamaan dengan verb ‘to be’; 2 verb tidak dapat digunakan dalam 1 kalimat tanpa adanya conjunction (kata penghubung).

  • Contoh SALAH: “It’s sucks!”
  • Contoh BENAR: “It sucks!”

Perhatikan bedanya. Dalam kalimat ini verb ‘is’ tidaklah perlu.

Aturan 3: bentuknya berubah sesuai dengan waktu – kembali ke tenses. Contoh: “Last night I went to a party and it sucked.” Sucked = bentuk lampau (Verb 20 dari “suck”.

Intinya: suck is a verb, treat it like one! So, next time kamu melihat ada yang menulis “it’s sucks”, itu salah ya…

Contoh dalam kalimat negatif:

A: “Inception (movie) sucks.” B: “No, it doesn’t suck. You just don’t know how to enjoy it.”

Kembali ke aturan tenses dan verb yang benar.

So… what do you think? Does this class suck?

Compiled and written by at on January 2, 2011 (originally posted on http://rumahbelajarbali.wordpress.com/)

#EngClass: “you’re” vs “your”

  1. you’re = you are. you: noun (kata benda); are: ‘to be’ (kata kerja). Jadi, “you’re” terdiri dari 2 kata (you are);
  2. your = possessive adjective (kata sifat) yang menunjukkan kepemilikan. Jadi, “your” adalah 1 kata.

Perhatikan. Berdasarkan penjelasan tadi, “you’re” dan “your” adalah 2 hal yang berbeda, begitu juga fungsi mereka dalam kalimat. Tapi sering kita temui orang mencampuradukkan kedua frase dan kata tersebut. Yuk kita lihat dengan membandingkan contoh berikut.

  • Contoh SALAH: Your so beautiful.
  • Contoh BENAR: You’re so beautiful.

Dalam kalimat di atas “you” berfungsi sebagai subyek dan “are” sebagai kata kerja. Sementara itu, “your” sebagai adjective selalu ditempatkan sebelum kata benda (karena fungsi kata sifat adalah memodifikasi atau memberi sifat kepada kata benda). Maka dalam contoh kalimat pertama di atas, penggunaan kata “your” jelas salah tempat.

Walaupun demikian, seringkali orang menulis “you’re” dengan “your” supaya terlihat ‘gaul’ (untuk anak muda di Amerika Serikat). Contoh yang bisa kita temui di internet: “Your so cool.” Maksud yang seharusnya/ yang benar: “You’re so cool.”

Mau menulis seperti ini? Tidak apa-apa asalkan kita mengerti cara penulisan yang benar dan sesuai dengan konteks penggunaannya. Hmm.. Mungkin gaya seperti ini mirip seperti gaya menulis “alay” anak muda Indonesia ya…

Sementara itu, contoh penggunaan “your” dalam kalimat yang benar adalah: “That is your book. Your book is blue.” (Arti: Itu adalah bukumu. Bukumu berwarna biru.). Kata “your” memodifikasi noun ‘book’ (ia berfungsi dengan seharusnya).

Jadi, “you’re” = kamu adalah; your = milikmu.

So, next time kalau yang kamu maksud adalah “kamu adalah”, tulisan yang benar adalah: “you’re” (you are), bukan “your”.

Compiled and written by at on January 2, 2011 (originally posted on http://rumahbelajarbali.wordpress.com/

#EngClass: English Verb tenses

English verb tenses (tunggal = “tense”; jamak = “tenses”) adalah kategori penggunaan kata kerja berdasarkan waktu (kata kunci: verb, time).

Dalam tenses, waktu dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu

  1. past (lampau)
  2. present (kini)
  3. future (masa depan)

Selain 3 perbedaan waktu, secara ringkas tenses dibedakan ke dalam 4 kategori, antara lain:

  1. simple
  2. continuous
  3. perfect
  4. perfect continuous*

Jika ketiga jenis perbedaan waktu tadi dikombinasi dengan 4 kategori belum termasuk 4 kategori lain, yaitu: conditional, conditional continuous, conditional perfect, dan future be going to.

Untuk mempermudah pembelajaran, mari kita bedakan tenses berdasarkan 4 kategori tenses tadi sebagai berikut…

  1. Simple:
    1. present simple
    2. past simple
    3. future simple
  2. Continuous:
    1. present continuous
    2. past continuous
    3. future continuous
  3. Perfect:
    1. present perfect
    2. past perfect
    3. future perfect
  4. Perfect continuous:
    1. present perfect continuous
    2. past perfect continuous
    3. future perfect continuous

Berikut ini adalah penjelasan sederhana mengenai waktu tense tersebut digunakan:

  1. Present Simple digunakan untuk rutinitas, fakta alam, dll yang tidak terpengaruh waktu.
    • Contoh:
      • “I go to work every day.”
      • “She always reads books in her free time.”
      • “He sun rises in the East.”
  2. Past Simple digunakan ketika hal yang terjadi, dimulai dan selesaidi satu waktu di masa lampau (dengan keterangan waktu yang jelas).
    • Contoh:
      • “I went to Bogor yesterday.”
      • “Ana never studied English before.”
      • “They watched a movie last night.”
  3. Future Simple digunakan saat ada hal yang akan terjadi di satu waktu di masa depan.
    • Contoh:
      • “I will go to Bogor tomorrow.”
      • “Ana will study English next month.”
      • “They will watch a movie tonight.”
  4. Present Continuous digunakan ketika ada hal yang sedang berlangsung pada saat dibicarakan, dimulai di masa lampau dan mungkin akan berlanjut di masa depan.
    • Contoh:
      • “I am working at the office right now.”
      • “He is studying English at the moment.”
      • “They are watching a movie now.”
  5. Past Continuous digunakan untuk menerangkan hal yang sedang berlangsung pada satu waktu di masa lampau. Misalnya, film yang dimulai pk 14.00 dan selesai pk 15.00 tadi siang.
    • Contoh:
      • “I was working at the office when he called.”
      • “They were watching a movie when it rained.”
  6. Future Continuous digunakan untuk menerangkan hal yang sedang berlangsung pada satu waktu di masa depan. Misalnya, film yang diputar pk 21.00 – 22.00 nanti malam.
    • Contoh:
      • “I will be working at the office when you call.”
      • “They will be watching a movie when it rains.”
  7. Present Perfect digunakan saat hal yang telah terjadi di masa lampau, tapi keterangan waktu tidak disebutkan/ tidak penting untuk diketahui.
    • Contoh:
      • “I have worked for 8 hours.”
      • “John has studied English since last month.”
      • “They have watched the movie.”
  8. Past Perfect digunakan saat ada hal yang telah selesai dilakukan sebelum hal lain terjadi di masa lampau.
    • Contoh:
      • “I had finished working when you called.”
      • “They had watched the movie when they read the review.”
  9. Future Perfect digunakan untuk menerangkan hal yang telah selesai dilakukan sebelum hal lain terjadi di masa depan.
    •  Contoh:
      • “I will have finished working when you call.”
      • “They will have watched the movie when they read the review.”
  10. Present Perfect Continuous digunakan untuk menerangkan hal yang telah dimulai di masa lampau dan masih terjadi hingga kini/ sekarang.
    • Contoh:
      • “I have been working for 8 hours.”
      • “John has been studying English since last month.”
      • “They have been watching.”
  11. Past Perfect Continuous digunakan untuk menerangkan hal yang telah berlangsung sebelum hal lain terjadi di masa lampau.
    • Contoh:
      • “I had been working for 8 hours before you called.”
      • “John had been studying English for a month before the test.”
  12. Future Perfect Continuous digunakan saat suatu hal yang telah berlangsung sebelum hal lain terjadi di masa depan.
    • Contoh:
      • “I will have been working for 8 hours by the time you call me.”
      • “They will have been watching by the time you come.”

Terdapat beberapa catatan penting berkaitan dengan tenses yang perlu diperhatikan, antara lain

  1. Ciri utama kategori continuous tenses adalah penggunaan verb-ing (present participle).
  2. Ciri utama kategori perfect tenses adalah penggunaan auxiliary (kata bantu) “have/ has/ had” + verb 3 (past participle).
  3. Ciri utama kategori perfect continuous tenses adalah penggunaan auxiliary “have/ has/ had” + been + verb-ing/ present participle.

 

*Istilah “continuous” memiliki arti yang sama dengan “progressive”. “continous” cenderung digunakan dalan aksen Inggris, sedangkan “progressive” digunakan dalam aksen Amerika.

 

Compiled and written by at on Thursday, September 11, 2011

Related post(s):

^MD

#EngClass: interjections

Interjection merupakan seruan atau kata seru dalam Bahasa Inggris. Banyak sekali contoh interjection misalnya: “Oh!”, “Um…”, “Ah!” Kurang lebih mirip seperti Bahasa Indonesia yang banyak kata-kata seruannya juga.

Interjection sebenarnya berfungsi agar suatu kalimat jadi tidak kaku. Bayangkan kalau kita berbicara dengan teman tanpa kata seruan. Rasanya datar bukan?

  1. “Ah”. Makna: mengungkapkan kepuasan. Example: Ah, that feels good.
  2. “Ah”. Makna: terkejut. Example: Ah! I’ve won!
  3. “Alas”. Makna: berkabung atau sedih. Example: Alas, she’s dead now.
  4. “Dear”. Makna: kasihan. Example: Oh dear! Does it hurt?
  5. “Dear”. Makna: terkejut. Example: Dear me! That’s a surprise!
  6. “Eh”. Makna: meminta pengulangan. Example: It’s hot today. “Eh?” I said it’s hot today.
  7. “Eh”. Makna: menekankan pertanyaan. Example: What do you think of that, eh?
  8. “Eh”. Makna: meminta persetujuan. Example: Let’s go, eh?
  9. “Er”. Makna: keraguan. Example: Monalisa is made by… er… Leonardo da Vinci.
  10. “Hello”. Makna: terkejut. Example: Hello! My car is gone!
  11. “Hello”. Makna: mengucap salam. Example: Hello mom. How are you today?
  12. “Hey”. Makna: meminta perhatian. Example: Hey! Look at that!
  13. “Hey”. Makna: menungkapkan rasa senang. Example: Hey! What a good idea!
  14. “Hmm”. Makna: keraguan. Example: Hmm… I’m not sure about that…
  15. “Oh”. Makna: kaget. Example: Oh! You’re here!
  16. “Oh”. Makna: seperti memohon. Example: Oh, please say ‘yes’!
  17. “Ouch”. Makna: seperti kesakitan. Example: Ouch! That hurts!
  18. “Uh”. Makna: keraguan. Example: Uh… I don’t know if it’s true…
  19. “Uh-huh”. Makna: menyetujui. Example: Shall we go? “Uh-huh”.
  20. “Um or umm”. Makna: keraguan. Example: She likes… um… to dance.
  21. “Well”. Makna: awal sebuah ucapan. Example: Well, what did he say?
  22. “Meh”. Makna: ungkapan ketidaktertarikan akan suatu hal. Example: How was your weekened? “Meh!” (Thanks to @kaoshitam for adding this word)
  23. “Naah” or “Nah”. Makna: ungkapan penolakan tentang sesuatu hal. Example: Naah! That’s not what I’m trying to explain. (Thanks to @kaoshitam for adding this word)

Dengan adanya interjection, sebuah percakapan di layar komputer atau handphone akan terasa lebih akrab.

Compiled by @Patipatigulipat at @EnglishTips4U on August 26, 2011

#EngClass: Linking verb

Linking verb adalah kata kerja penghubung yang menghubungkan subjek dengan pelengkap yang menerangkannya. Linking verb juga dikenal dengan istilah ‘copulas’ atau ‘copular verb.’ Linking verb menyatakan suatu keadaan, bukan suatu aksi. Oleh karena itu, linking verb biasanya diikuti oleh adjective, bukan adverb.

Linking verb terbagi dalam 2 kelompok, yaitu:

  1. Verbs that are always linking verbs.
  2. Verbs that can be both action and linking verbs.

Berikut ini adalah linking verb yang selalu berfungsi sebagai linking verb:

  1. segala bentuk be (am, is, are, was, etc.)
  2. become
  3. seem

Sementara itu, linking verb yang dapat berfungsi sebagai action verb dan linking verb:

  • appear,
  • feel,
  • grow,
  • look,
  • prove,
  • remain,
  • smell,
  • sound,
  • taste,
  • turn.

Formula:

subject + linking verb + information about the subject.

Examples:

  1. “I am happy.”
  2. “She looks nice.”
  3. “The soup smells good.”

Lalu, bagaimana kita bisa mengetahui kapan suatu verb pada kalimat tertentu berfungsi sebagai linking verb atau action verb? Jika kita bisa mengganti verb tersebut dengan “is, am, are” dan artinya masih terdengar masuk akal, maka ia adalah linking verb. Jika setelah diganti, arti dari kalimat tersebut tidak terdengar masuk akal, maka ia berfungsi sebagai action verb. Contoh:

  1. “My dog Oreo felt the wet grass beneath her paws.”
    • Is Oreo the wet grass? No. “Felt” di sini berfungsi sebagai action verb.
  2. “The chicken mushroom pizza smells heavenly.”
    • The pizza is heavenly? Yes, definitely! “Smell” berfungsi sebagai linking verb.

Compiled by @ChatrineYK at @EnglishTips4Uon Tuesday, August 2, 2011

Related post(s):

^MQ

#EngClass: Non-progressive vs. progressive verbs

What is a “nonprogressive verb”? Sebelumnya mari kita bedakan verb (kata kerja) ke dalam 2 kelompok: nonprogressive dan progressive

  1. nonprogressive verb adalah verb yang tidak bisa digunakan dalam bentuk progressive (bentuk -ing).
  2. progressive verb adalah verb yang bisa digunakan dalam progressive (bentuk -ing).

Mengapa demikian? Karena nonprogressive menyatakan existing state (keadaan yang ada) sementara progressive  menyatakan activity (kegiatan).

Contoh:

  1. nonprogressive:
    •  “I love you.” (love = a state)
  2. progressive:
    •  “She is watching a movie.” (watching = an activity)

Ingat, yang dimaksud dengan “state” adalah kondisi yang ada dan tidak menjelaskan aktivitas yang sedang berlangsung.

Berikut ini adalah 5 kategori nonprogressive verbs yang umum digunakan:

  1. mental state (keadaan mental):
    • “know,” “realize,” “understand,” “believe,” “think,” “feel,” “suppose,” “imagine,” “doubt,” “recognize,” “remember,” “forget,” “want,” “need,” “prefer,” “mean,” etc.
  2. emotional state (keadaan emosional):
    • “love,” “like,” “appreciate,” “hate,” “dislike,” “fear,” “envy,” “mind,” “care,” etc.
  3. possession (kepemilikan):
    • “possess,” “have,” “own,” “belong.”
  4. sense perceptions (persepsi indera):
    • “taste,” “smell,” “hear,” “feel,” see.
  5. other existing states (jenis keadaan yang lain):
    • “seem,” “look,” “appear,” “cost,” “owe,” “weigh,” “be,” “exist,” “consist of,” “contain,” “include.”

Selain nonprogressive verbs yang sudah pasti tadi, ada beberapa verb yang bisa digunakan sebagai nonprogressive maupun progressive, tetapi dengan arti yang berbeda. Contoh dari beberapa verb itu adalah:

  • “think,” “have,” “taste,” “smell,” “feel,” “see,” “look,” “appear,” “weigh,” “be.”

Mari kita lihat perbedaannya dalam contoh:

  • I think grammar is easy.” (think = a state = nonprogressive)
  • I’m thinking about this lesson.” (thinking = an activity = progressive)

Compiled and written by at on Sunday, August 14, 2011


RELATED POST(S):

^MD

#EngClass: Sentence

A sentence is the major unit of grammar for language, especially in written form. A sentence begins with a capital letter and ends with a period or full-stop [.] or sometimes with a question mark [?] or a exclamation mark [!].

Still remember what a clause is, right? Simple sentence consists of one clause; and more than one clause in a complex sentence. There are four sentence types, they are:

  1. a statement
    • Example:
      • “I like you.”
      • “She didn’t know you’re here.”
      • “We are happy it’s Ramadan again.”
  2. a question
    • Example:
      • “Are you OK?”
      • “Can you hear me?”
      • “Did you call me when I was doing my homework?”
  3. an imperative
    • Example:
      • “Open the door.”
      • “Stop writing.”
      • “Don’t cheat during the test.”
      • “Eat a lot of vegetables.”
  4. an exclamation
    • Example:
      • “What a great idea!”
      • “Wow, that was awesome!”
      • “Congratulations!”
      • “How lucky you are!”

Compiled and written by  for  Saturday, August 6, 2011


RELATED POST(S):

^MD

#EngClass: Adverb

Adverb dalam Bahasa Indonesia disebut sebagai kata keterangan atau tambahan. Salah satu contoh adverb adalah kata “slowly” dalam kalimat “I walk slowly.

Secara garis besar ada 2 fungsi utama adverb, yaitu:

Menambahkan informasi pada sebuah clause (klausa)

Informasi yang dimaksud adalah keterangan mengenai waktu atau tempat dari suatu tindakan. Fungsi adverb dalam kategori ini disebut sebagai adverbial.

  • Contoh:
    • I walk slowly.”
    • Adverb slowly” menambahkan informasi pada klausa I walk.

Menambahkan informasi pada sebuah kata lain

Keterangan pada sebuah kata yang dimaksud adalah adjective (kata sifat) atau pun adverb lain. Fungsi adverb dalam kategori ini disebut sebagai modifier.

  • Contoh:
    • “Extremely slowly.”
    • Adverb extremely” menambahkan informasi pada adverb slowly.

Berdasarkan artinya, terdapat beberapa jenis adverb. Berikut ini adalah 5 jenis adverb yang paling umum digunakan beserta contohnya:

  1. Adverb of manner. Artinya: keterangan menunjukkan bagaimana sesuatu dilakukan, seperti well, badly, how, quickly, slowly, hard, fast, etc.
    • Contoh: 
      • “He plays the piano well.”
  2. Adverb of place. Artinya: keterangan yang menunjukkan suatu tempat, misalnya up, there, here, above, upstairs, anywhere, somewhere, etc. 
    • Contoh:
      • “The book can be anywhere.”
  3. Adverb of time.  Artinya: keterangan yang menunjukkan waktu, seperti then, now, soon, recently, afterwards, today, yesterday, tomorrow, etc 
    • Contoh:
      • “She will finish her homework soon.”
  4. Adverb of degree. Artinya: kata keterangan untuk menunjukkan tingkatan atau intensitas, seperti very, so, too, really, quite, much, extremely, etc.
    •  Contoh:
      • “I really love you.”
  5. Adverb of frequency. Artinya:  keterangan yang menujukkan frekuensi atau seberapa sering sesuatu dilakukan, misalnya never, always, often, sometimes, generally, etc.
    • Contoh:
      • “I always play football twice a week.”

Adverb dapat ditempatkan di depan, tengah, atau belakang dalam sebuah kalimatBerikut ini adalah aturan peletakan dari masing-masing posisi adverb dalam sebuah kalimat:

  1. Untuk posisi di depan, letakkan adverb sebelum S (Subject) kalimat.
    • Contoh:
      • Usually I play football twice a week.”
  2. Untuk posisi di tengah, adverb dapat digunakan sesudah auxiliary yang pertama (be) atau sebelum verb (kata kerja).
    • Contoh:
      • “She is never late.”
  3. Untuk posisi di belakang, adverb diletakkan pada akhir clause.
    • Contoh:
      • “He plays the piano well.”

 

Compiled and written by  for  Tuesday, August 2, 2011

Related post(s):

^MD

#EngClass: Participial adjective

Kali ini kita akan membahas participial adjective. Apakah itu? Kalian pasti pernah mendengar kata “boring” dan “bored” kan?

Participial adjective adalah kata sifat yang diambil dari the past participle (-ed) dan the present participle (-ing).

Seringkali terdapat salah penggunaan antara the past participle dan the present participle dalam sebuah kalimat, seperti:

  • “I’m interested in English.” | “I’m interesting in English.”
  • “English is interesting.” | “English is interested.

Kata yang dibentuk dari the past participle (interested) menjelaskan apa yang dirasakan seseorang.

  • Contoh:
    • “Saya tertarik dengan Bahasa Inggris.” -> “I’m interested in English.”

“interested” menjelaskan bagaimana perasaan saya terhadap Bahasa Inggris.

Kata yang terbentuk dari the present participle (interesting) menjelaskan penyebab dari perasaan tertarik pada ‘saya.’ Dalam contoh di atas, penyebabnya adalah ‘bahasa Inggris’ dan kata ‘interesting’ menjelaskan bahwa suatu hal (bahasa Inggris) itu menarik.

Untuk membuat kalimat dengan menggunakan participal adjective dapat aturan penulisan sebagai berikut:

S + be + adjective

Contoh:

  • “I was surprised.”
  • “The news was surprising.”

Exercise

1. I don’t like our new teacher. He really bores me. I think he is a (boring/bored) person.
boring
correct!
bored

2. I don’t understand these formulas. They are so (confusing/confused).
confusing
correct!
confused

3. Have you heard about the latest news? I’m so (exciting/excited) to tell you!
excited
correct!
exciting

4. I had never been to Raja Ampat before. But when I was there, I was really (fascinating/fascinated).
fascinated
correct!
fascinating

5. Everyone was (shocking/shocked) when they heard the minister’s corruption scandal for the first time.
shocked
correct!
shocking

6. I will never sing in front of the class again! It was so (embarrassing/embarrassed).
embarassed
correct!
embarassing

7. I feel very (tiring/tired) after the long trip.
tiring
correct!
tired

8. I don’t think I can watch that movie. It’s so very (depressing/depressed).
depressing
correct!
depressed

9. Oh my goodness, look at the size of that cake! It’s very (tempting/tempted). I want to eat it!
tempting
correct!
tempted

10. She never really finished that work. I guess she’s already . . . (frustrating/frustrated) because of it.
frustrated
correct!
frustrating

 

Compiled and written by  for  on Friday, July 29, 2011

Related post(s):

^MD

#EngClass: Conditional sentences

First thing First. Dalam sebuah conditional sentence terdapat 2 clause (klausa) atau bentuk dasar kalimat, yaitu: if clause dan result clause.

Contoh:

If I have more money, I’ll buy a car.”

  • If I have more money” = if clause.
  • I’ll buy a car” = result clause.

Ada 4 jenis conditional sentence, masing-masing dengan fungsi yang berbeda, yaitu: zero, first, second, dan third conditional.

1. Zero conditional

Zero conditional digunakan untuk menyatakan sesuatu yang selalu benar (seperti contohnya kebenaran ilmiah). Struktur:

if clause (present simple), result clause (present simple)

Contoh:

  • If we heat ice, it melts.
  • Arti kalimat: “Jika kita menghangatkan es, es akan mencair.”
  • Hal ini merupakan sebuah kepastian yang tidak bisa diragukan.

2. First conditional

First conditional digunakan untuk mengekspresikan sesuatu yang benar terjadi saat ini atau di masa depan (true in the present or future). Struktur:

if clause (present simple), result clause (will/can + V1)

Contoh: 

  • If I have more money, I’ll buy a car.
  • Kalimat contoh berarti: “Jika di masa depan saya punya lebih banyak uang, sangat mungkin sekali saya akan membeli mobil.”

3. Second conditional

Second conditional digunakan untuk mengekspresikan sesuatu yang tidak benar atau berlawanan dengan kenyataan saat ini (untrue in the present). Struktur:

if clause (past simple), result clause (would/could + V1)

Contoh:

  • If I had more money, I’d buy a car.
  • Kalimat contoh berarti: Kalau saja saya punya lebih banyak uang, saya akan membeli mobil. Pada kenyataannya saya tidak punya uang lebih.

4. Third conditional

Third conditional digunakan untuk mengekspresikan sesuatu yang tidak benar atau berlawanan dengan kenyataan di masa lalu (untrue in the past). Struktur:

if clause (past perfect), result clause (would have/could have + V3)

Contoh:

  • If I had more money, I could have bought a car.
  • Kalimat contoh berarti: Kalau saja dulu saya punya lebih banyak uang, saya bisa saja membeli mobil. Pada kenyataannya, dulu saya tidak punya uang lebih, maka saya tidak bisa membeli mobil.

Baiklah, sekian penjelasan. Admin akan memberi beberapa contoh kalimat lain (nomor sesuai dengan urutan jenis conditional sentence di atas).

  1. If you don’t eat, you’ll die. – If you don’t try, you will never know.
  2. If I meet the girl I like, I’ll ask her out. – If I do good at school, I will be happy
  3. If I had the guts, I’d ask her out. – If I had wings, I could fly.
  4. If I had had the guts, I would have asked her out. – If we had won, we would have brought the prizes.

Compiled and written by @EnglishTips4U for @EnglishTips4U on Monday, July 25, 2011

Related post(s):

^MQ

#EngClass: Modal auxiliary

The modal auxiliaries (singular: auxiliary) mencakup can, may, might, could, would, will, shall, must, should, ought to, used to.

Modal auxiliary digunakan untuk menunjukkan seberapa yakin kita akan suatu hal. Secara umum, modal auxilliary dapat dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu stronger and weaker.

Stronger and weaker adalah modal ausxilliary yang di gunakan ketika saat kita berada dalam kondisi tidak mengetahui kebenaran akan suatu hal. Terdapat beberapa contoh kalimat untuk memperjelas kondisi tersebut yang menggunakan beberapa jenis modal auxiliary.

  • “It will be Ana,”
  • “It must be Ana,”
  • “It should be Ana,”
  • “It may be Ana,”
  • “It might be Ana,”
  • “It could be Ana,”
  • “It won’t be Ana,”
  • “It can’t be Ana,” atau
  • “It couldn’t be Ana.”

Jika respon diurutkan, kalimat yang pertama paling yakin dan yang terakhir paling tidak yakin.

Berikut ini adalah beberapa jenis modal auxiliary beserta arti dan contoh penggunaannya dalam kalimat.

  1. ‘Can’ memiliki arti:
    • Possibility. Contoh:
      • “The news about him can be true.”
    • Ability. Contoh:
      • “I can play the piano well.”
    • Permission. Contoh:
      • “You can go now,” my mother said.
  2. ‘May’ memiliki arti:
    • Possibility. Contoh:
      • “It may rain tonight.”
    • Permission. Contoh:
      • “You may go now,” my mother said.
    • Volition (or wish). Contoh:
      • May your dreams come true.”
  3. ‘Might’ memiliki arti:
    • Possibility. Contoh:
      • “It might rain tonight.”
    • Permission. Contoh:
      • “You might go now.” my mother said.”
    • Unreal meaning. Contoh:
      • “I might have won the game.”
  4. ‘Could’ memiliki arti:
    • Possibility. Contoh:
      • “It could rain tonight.”
    • Ability. Contoh:
      • “I could play the piano when I was six.”
    • Permission. Contoh:
      • “My mother said I could go.”
    • Unreal meaning. Contoh:
      • “I could have won the game.”
  5. ‘Would’ memiliki arti:
    • Habit. Contoh:
      • “When I was six, I would go to my parents’ room and sleep there.”
    • Volition (or wish). Contoh:
      • “I wish it would rain tonight.”
    • Prediction (or future). Contoh:
      • “It would rain tonight.”
    • Unreal meaning. Contoh:
      • “I would have won the game.”
  6. ‘Will’ memiliki arti:
    • Volition (or wish). Contoh:
      • “I hope it will be fine.”
    • Prediction (or future). Contoh:
      • “It will rain tonight.”
  7. ‘Shall’ memiliki arti:
    • Volition (or wish). Contoh:
      • “I hope it shall be fine.”
    • Prediction (or future). Contoh:
      • Shall we go now?”
  8. ‘Must’ memiliki arti:
    • Obligation. Contoh:
      • “You must finish your work.”
    • Deduction. Contoh:
      • “It must be Ana.”
  9. ‘Should’ memiliki arti:
    • Unreal meaning. Contoh:
      • “I should have won the game.”
    • Tentative meaning. Contoh:
      • Should there be a problem, call me.”
    • Obligation. Contoh:
      • “You should finish your work.”
    • Deduction. Contoh:
      • “It should be Ana.”
  10. ‘Ought to’ memiliki arti:
    • Obligation. Contoh:
      • “You ought to finish your work.”
    • Deduction. Contoh:
      • “It ought to be Ana.”
  11. ‘Used to’ memiliki arti:
    • Past state or habit. Contoh:
      • “When I was six, I used to go to my parents’ room and sleep there.”

 

Compiled and written by @EnglishTips4U for @EnglishTips4U on Wednesday, July 20, 2011

Related post(s):

^MD

#EngClass: British vs American English in Harry Potter books

Do you know buku Harry Potter dalam Bahasa Inggris dicetak dalam 2 versi, untuk Inggris (UK) dan Amerika Serikat (US). Ada yang mengoleksi buku Harry Potter dalam Bahasa Inggris? Kalau kamu bandingkan, ada perbedaan di British dan American English yang digunakan.

Contohnya ada di judul buku Harry Potter pertama, “Harry Potter and the Philosopher’s Stone” (UK) dan “Harry Potter and the Sorcerer’s Stone” (US).

Berikut adalah daftar penamaan hal-hal yang berbeda dalam British English dan American English di dalam buku Harry Potter:

  1. British English (BrE): car park. vs. American English (AmE): parking lot.
    • Arti: tempat parkir.
  2. BrE: jumper. vs. AmE: sweater.
    • Arti: baju hangat.
  3. BrE: nutter. vs. AmE: maniac.
    • Arti: orang gila.
  4. BrE: cupboard. vs. AmE: closet.
    • Arti: lemari.
  5. BrE: torch. vs. AmE: flashlight.
    1. Arti: lampu senter.
  6. BrE: biscuits. vs. AmE: cookies.
    • Arti: kue kering.
  7. BrE: letter boxes. vs. AmE: mailboxes.
    • Arti: kotak surat.
  8. BrE: dustbin. vs. AmE: trash can.
    • Arti: tempat sampah.
  9. BrE: cooker. vs. AmE: stove.
    • Arti: kompor.
  10. BrE: fringe. vs. AmE: bangs.
    • Arti: poni (rambut).
  11. BrE: motorbike. vs. AmE: motorcycle.
    • Arti: sepeda motor.
  12. BrE: comprehensive. vs. AmE: public school.
    • Arti: sekolah negeri.
  13. BrE: football. vs. AmE: soccer.
    • Arti: sepak bola.
  14. BrE: trolley. vs. AmE: cart.
    • Arti: kereta barang.
  15. BrE: rucksack. vs. AmE: backpack.
    • Arti: tas punggung.
  16. BrE: driver. vs. AmE: conductor.
    • Arti: masinis.
  17. BrE: trainers. vs. AmE: sneakers.
    • Arti: sepatu olahraga.
  18. BrE: sports lessons. vs. AmE: gym.
    • Arti: kelas olahraga.
  19. BrE: chips. vs. AmE: fries.
    • Arti: kentang goreng.
  20. BrE: queuing. vs. AmE: lining up.
    • Arti: mengantri.
  21. BrE: register. vs. AmE: roll call.
    • Arti: absensi.
  22. BrE: toilet. vs. AmE: bathroom.
    • Arti: kamar mandi.
  23. BrE: changing room. vs. AmE: locker room.
    • Arti: ruang ganti.
  24. BrE: dressing gown. vs. AmE: bathrobe.
    • Arti: jubah mandi.
  25. BrE: time-table. vs. AmE: schedule.
    • Arti: jadwal.

Do you know that the ending “-ise” and “-ize” in verbs such as “recognise” and “recognize” are both used in UK? However, “-ize” is only used in US.

Compiled and written by @EnglishTips4U for@EnglishTips4U on Thursday, July 21, 2011


RELATIVE POST(S):

^MD

#EngClass: Agreement

“Agreement adalah kecocokan antara subject (subyek) dan verb (kata kerja) dalam suatu clause (klausa)

Kalusa adalah struktur utama kalimat. Di dalam sebuah kalimat setidaknya terdiri dari satu klausa, yang terdiri dari:

S(ubject)+V(erb).

  • Contoh:
    • The baby cries.”
    • I like apples.”

Mari kita kembali kembali ke “agreement.” Jadi, yang dimaksud adalah kecocokan antara S “the baby” pada contoh tadi dengan V “cries“. Atau S “I” dengan V “like“. Aturan dasar “agreement” adalah

singular subject + singular verb phrase, atau

plural subject + plural verb phrase.

“Agreement” berlaku pada penggunaan present tense untuk verb; namun juga pada past tense untuk verb “be“. Kita beri contohnya ya…

Pada present tense (berlaku untuk verb):

  • They like apples.” – “She likes apples.”
  • The baby cries.” – “The babies cry.”

Perhatikan perbedaan penggunaan kata “like” pada S “they” (plural) dan “she” (singular). Juga penggunaan kata “cry” pada S “baby” dan “babies“.

Contoh verb “be”:

  • Present tense: “The book is pink.” – “The books are pink.”
  • Past tense: “He was sick.” – “They were sick.”

Perhatikan perbedaan penggunaan bentuk “be” menjadi “is” dan “are” pada present tense; dan “was” dan “were” pada past tense, sesuai dengan S.

Compiled and written by @EnglishTips4U for  @EnglishTips4U on July 17, 2011


RELATED POST(S):

^MD

#EngClass: “Another,” “other,” “others,” “the other,” “the others”

Another“, “other“, “others“, “the other“, “the others” semua bersumber dari kata yang sama: “other“. Sebelum kita bahas perbedaan dari setiap kata tersebut, mari kita bedakan penggunaan “other” ke dalam 2 kelompok:

  1. sebagai adjective (kata sifat).
  2. sebagai pronoun (kata ganti).

Dalam masing-masing kelompok, other memiliki bentuk singular (tunggal) dan plural (jamak).

“Other” sebagai adjective (kata sifat)

Seperti fungsi dari adjective, maka bentuk other di kelompok ini berfungsi untuk “memberi sifat” pada noun (kata benda). MIsalnya, bentuk “other” sebagai adjective: “another,” “other,” “the other.” Jika ditempatkan dalam sebuah kalimat, masing-masing dari kata tersebut diikuti oleh noun. Misalnya,”another book“.

Di dalam kalimat, “another” menunjukkan kata benda tunggal, sedangkan “other” menunjukkan kata benda jamak. Sementara, “the other” bisa diikuti oleh singular atau plural noun.

Contoh:

  • “another book,”
  • “other books,”
  • “the other book,”
  • “the other books.”

Perhatikan juga bentuk penulisan singular dan plural noun.

Contoh:

  • There are many books in my bag. One is mine. Another book is his. Other books are hers. The other books are theirs.

Other” sebagai pronoun (kata ganti)

JIka “other” berperan sebagai kata ganti, kita bisa menggunakannya tanpa diikuti kata benda. Adapun contoh bentuk “other” sebagai pronoun, antara lain “another,” “others,” “the other,” “the others.” Perhatikan others dan the others tidak ada pada kelompok 1.

Dalam sebuah kalimat “another” dan the other” digunakan untuk mengantikan kata benda tunggal (singular noun), sedangkan others” dan “the others” digunakan untuk menunjukkan kata benda jamak (plural noun).

Contoh:

  • There are many books in my bag. One is mine. Another is his. Others are hers. The others are theirs.

Perhatikan perbedaan pada contoh “other” sebagai adjective dan pronoun. Contohnya, frase “other books” bisa digantikan dengan “others” saja.

Arti dari bentuk “other”

Yang terakhir, berikut arti dari penggunaan “another“, “other“, “others“, “the other“, “the others“, yang berlaku untuk semua kelompok:

  1. Another sebagai satu tambahan lagi selain dari yang sudah disebutkan.
    • Contoh:
      • another book” (satu buku.)
  2. Other/others (tanpa “the“) yang berarti beberapa tambahan lagi selain dari yang sudah disebutkan.
    • Contoh:
      • other books” (beberapa buku lainnya.)
  3. The other/the others yang berarti semua yang tersisa selain dari yang sudah disebutkan.
    • Contoh:
      • the other books” (beberapa sisa buku lainnya/ selebihnya.)

Compiled and written by @ for @ on Saturday, July 9, 2011


RELATED POST(S):

^MD

#EngClass: “ain’t”

Ain’t’ sesungguhnya adalah contraction atau bentuk penyingkatan dari ‘am not,’ ‘is not,’ ‘are not,’ ‘has not,’ ‘have not.’ Di beberapa dialek, ‘ain’t’ juga singkatan dari ‘do not,’ ‘does not,’ ‘did not.’

Walaupun semakin banyak orang yang menggunakannya, perdebatan tentang ‘ain’t’ sebagai bentuk Bahasa Inggris yang benar secara gramatikal masih berlanjut. ‘Ain’t’ sering diasosiasikan sebagai Bahasa Inggris ‘orang yang tidak berpendidikan’ dan penggunaannya dihindari di lingkungan akademik.

‘Ain’t’ terutama sering digunakan di daerah Selatan Amerika Serikat, sebagai bagian dari ‘bahasa daerah’ di sana, atau disebut sebagai ‘vernacular.’

Walaupun dianggap Bahasa Inggris ‘tidak benar’, ‘ain’t’ sering digunakan sebagai lelucon atau untuk memberi kesan ‘down to earth’ pada penggunanya.

Contoh penggunaannya dalam kalimat:

  • I ain’t yours, you ain’t mine. (I’m not yours, you aren’t mine.)
  • She ain’t going to go. (She isn’t going to go.)
  • They ain’t heard the news yet. (They haven’t heard the news yet.)

 

Ain’t no

Sementara itu ‘ain’t no’ juga kerap digunakan dengan makna ‘isn’t + no‘ (sebagai ‘double negative‘).

Contoh kalimat dengan ‘ain’t no’:

  • There ain’t no sunshine. (There isn’t any sunshine.)

Compiled and written by @EnglishTips4U on Wednesday, July 6, 2011

 

Related post(s):

 

^MQ

#EngClass: “Either … or …” vs “neither … nor …”

Either …or ..” dan “neither .. nor ..” keduanya adalah “double conjunction,” yang mana kata hubung “or” dan “nor” digunakan bersamaan dengan kata lain.

  1. Either .. or ..” digunakan untuk menyatakan alternatif atau dua pilihan, yaitu “ini” atau “itu”. Conjungction ini digunakan pada kalimat yang bermakna positif.
    • Contoh:
      • You can have either coffee or tea.” (Kamu bisa minum kopi atau teh.)
      • “Either I or you shall finish the work.” (Entah aku atau kamu yang akan menyelesaikan pekerjaan.)
      • “Either you like the movie or hate it, it’s fine.” (Tidak masalah jika kamu menyukai film itu atau membencinya.)
  2. Neither .. nor ..” digunakan ketika dua makna negatif digabungkan dalam satu kalimat, yaitu tidak/ bukan “ini” dan juga bukan “itu”.
    • Contoh:
      • She is neither beautiful nor smart, but everyone likes her.” (Dia tidak cantik juga pintar, tapi semua orang menyukainya.)
      • “Neither I nor you will be able to finish this work.” (Aku atau kamu tidak akan bisa menyelesaikan pekerjaan ini.)

Compiled and written by @ for @ on Tuesday, July 5, 2011


RELAYED POST(S):

^MD